Penjualan Tahun 2016 Sukses, Mercy Bagi-Bagi Bonus untuk Karyawan

Penjualan Tahun 2016 Sukses, Mercy Bagi-Bagi Bonus untuk Karyawan

468
0
BERBAGI
(Foto : Ototaiment)

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Mercedes-benz berhasil memenangkan penjualan tahun 2016 di segmen mobil premium. Pihak Mercy sendiri mengaku bahwa penjualan tahun 2016 menjadi penjualan tersukses, karena berhasil menjual sekitar 2.083.888 unit mobil di seluruh dunia. Hasil ini tentu saja mengukuhkan nama Mercy sebagai mobil premium paling laris di dunia, bahkan mengalahkan BMW.

Jika dihitung peningkatannya, total hasil penjualan pada tahun 2016 lalu naik sebesar 11,3% jika dibandingkan dengan penjualan tahun 2015. Model yang paling laris terjual di tahun 2016 adalah Mercy C-Class dengan penjualan mencapai 425.000 unit. Negara yang menjadi pasar terbesar mobil ini adalah China, karena memang Mercy C-Class ini diproduksi lokal di China. Mercy-AMG juga berhasil mencetak penjualan fantastis setelah naik 44,1% .

Bonus Besar untuk Karyawan

Seperti perusahaan otomotif pada umumnya, jika perusahaan memang mendapatkan untung lebih, pasti perusahan juga akan berpikiran untuk membagi untungnya kepada para karyawannya. Begitu juga dengan Mercy, untuk merayakan pencapaian tersebut, produsen asal Jerman itu akan memberikan bonus kepada 130.000 karyawannya dengan nilai sebesar 5.400 Euro atau sekitar Rp 77 jutaan, wow!

Mercedes-Benz V-Class yang diluncurkan di IIMS 2016 lalu (Foto : Ototaiment)

Perhitungan bonus tersebut merupakan skema bagi hasil yang sudah diimplementasikan Daimler sejak tahun 1997. Bonus tersebut dikalkulasikan lewat formula keuntungan perusahaan. Namun kabarnya, bonus yang diberikan untuk karyawan pada tahun ini terhitung lebih kecil jika dibandingkan bonus yang diberikan pada tahun 2015 yang mencapai 5.650 Euro atau kurang lebih senilai Rp 80 jutaan. “Perusahaan kami menunjukkan performa yang baik. Sebagai hadiah kesuksesan tersebut kami akan memberikan hadiah kepada karyawan,” tutup Chairman General Works Council Daimler AG, Michael Brecht.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY