Lembaga Keamanan Kendaraan Amerika Minta Kendaraan Bekas Diberi Sertifikat

Lembaga Keamanan Kendaraan Amerika Minta Kendaraan Bekas Diberi Sertifikat

359
0
BERBAGI
(Sumber : Wikimedia)

Lembaga keamanan kendaraan di Amerika Serikat, Center for Auto Safety, tengah mengajukan gugatan terhadap Federal Trade Commission (FTC) agar semua penjualan mobil bekas disertifikasi. Desakan itu menjawab maraknya recall mobil yang beredar di AS terkait masalah keamanan. Sebelum ini, tepatnya pada pada Januari 2016 FTC sudah membuat kesepakatan dengan General Motors Co dan dua perusahaan dealer, yaitu Jim Koons Manajemen dan Lithia Motors Inc, untuk mengiklankan mobil bersertifikat meskipun mungkin bermasalah dengan recall dan perlu diperbaiki. FTC saat ini memang belum mengharuskan perusahaan penjual mobil bekas untuk mengungkapkan adanya kemungkinan recall pada kendaraan yang dijual.

Selain oleh Center for Auto Safety, gugatan juga dilayangkan oleh lembaga Consumers for Auto Reliability and Safety. Lembaga tersebut malah menuding FTC melindungi oknum diler yang tidak memperhatikan masalah keamanan dalam penjualan mobil bekas. “Alih-alih melindungi konsumen, FTC melindungi dIler yang menjadi oknum dan terlibat dalam iklan palsu dan menipu tentang keamanan mobil yang mereka tawarkan untuk dijual kepada publik,” kata Rosemary Shahan, President of Consumers for Auto Reliability and Safety.

Bagaimana dengan Indonesia?

Jika melihat pasar jual-beli mobil bekas di Indonesia selama ini, kami rasa hal seperti ini akan sulit diterapkan di sini. Tidak semua kota di Indonesia memiliki pusat penjualan mobil bekas karena penjualan mobil bekas banyak dilakukan dealer-dealer mobil bekas di tempat mereka sendiri. Dealer ini kebanyakan dimiliki oleh perseorangan, dan belum tentu juga memiliki ijin khusus jual-beli mobil bekas.

Kalau semua kota di Indonesia sudah memiliki pusat penjualan mobil bekas seperti yang ada di Blok M, Jakarta ini mungkin pemerintah akan lebih mudah mengatur peraturan jual-beli mobil bekasnya (foto : Carmudi)

Belum lagi para pedagang mobil bekas yang berdagang secara ‘underground‘ atau tersembunyi yang jumlahnya ratusan bahkan mungkin ribuan di seluruh Indonesia. Penerapan peraturan seperti yang dituntutkan di Amerika Serikat tersebut akan sulit diterapkan di Indonesia, mengingat kesadaran dan pengetahuan masyarakat Indonesia sendiri tentang legalitas juga belum tertanam dengan baik.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY