Hyundai i20: Segarang Versi Relinya?

1228
0
BERBAGI

Bagi Anda yang mengunjungi Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 di bulan Agustus lalu dan sempat mampir ke booth Hyundai, maka Anda bisa menyaksikan peluncuran compact hatchback terbaru dari pabrikan asal Korea Selatan itu: Hyundai i20. Tak hanya versi produksi massalnya, namun juga tersedia sebuah replika dari i20 WRC.

Sebagai informasi, Hyundai terbilang cukup lama absen di ajang World Rally Championship (WRC). Melalui mobil inilah Hyundai kembali meramaikan WRC dan hebatnya, mobil ini berhasil mendapatkan hasil yang memuaskan. Maka tak heran jika kemudian Hyundai membanggakan mobil ini dan sering mengkaitkannya dengan versi WRC. Lantas, apakah versi road legal-nya ini juga bakal sedahsyat versi WRC-nya?

Performa

Untuk membuktikannya, kami sengaja melakukan pengetesan terhadap Hyundai i20 di sebuah pegunungan di selatan kota Yogyakarta. Tidak perlu di trek reli, karena di atas kertas, spesifikasi i20 yang hadir di Indonesia sebenarnya sudah menjawab pertanyaan mengenai kemampuannya melibas trek khusus. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba bukan? Kadang, kita bisa mendapatkan hasil menakjubkan dari sesuatu yang terlihat biasa saja.

Hyundai i20 mengusung mesin 1.400 cc bertenaga 100 ps dan torsi 133 Nm (Foto: Ototaiment)

Mesin yang digunakan pada mobil ini berkapasitas 1.400 cc dengan tenaga 100 ps dan torsi 133 Nm. Ini tentu berbeda jauh dengan versi WRC yang dibekali mesin 1.600 cc turbo bertenaga hingga 380 Nm. Oleh sebab itu, memang boleh dikata performa mesin i20 yang beredar di Indonesia terasa biasa saja. Tenaganya memang cukup untuk digunakan di perkotaan, namun terasa amat kurang saat dipakai melintasi pegunungan. Berhubung yang kami uji adalah versi tertinggi yang dibekali transmisi otomatis 4-percepatan, transmisinya terasa menahan diri untuk selalu berada di gigi 2 saat menanjak. Kami jadi harus mengoperasikannya secara manual agar bisa mengoper ke gigi 1, barulah tenaganya mulai terasa bisa diandalkan untuk menanjak.

Handling, Suspensi, dan Kenyamanan Interior

Meski tenaganya tergolong kurang impresif, namun mobil ini memiliki handling dan suspensi yang cukup memuaskan. Sasisnya terbilang rigid dan suspensinya cukup empuk meskipun memang masih terasa kaku. Namun imbas baiknya, gejala limbung lebih terasa minim. Mengemudikan mobil ini terasa mudah karena respon setirnya yang akurat meskipun terasa hambar karena ringan. Ini mungkin baik bagi mereka yang tidak membutuhkan sensasi fun to drive, karena memudahkan Anda dalam memutar kemudi tanpa banyak membuang tenaga.

Bangku baris keduanya tidak terpisah saat dilipat (Foto: Ototaiment)

Kenyamanan kabin didukung pula oleh kekedapannya yang baik. Suara road noise, maupun lalu-lintas disekitar, teredam dengan baik. Pada kursi pengemudi juga dibekali pengatur ketinggian sehingga kita bisa mengatur posisi duduk seergonomis mungkin. Lingkar kemudi juga bisa diatur secara telescopic maupun tilt. Fitur navigasi yang terbenam di head unitnya juga mudah dioperasikan dan amat membantu bagi Anda yang awam jalan. Sayangnya, di baris kedua kursinya tidak mendapatkan head rest yang bisa diatur karena hanya berupa sandaran busa dan lebih menopang bahu daripada kepala.

Eksterior

Meskipun mobil ini kurang impresif di sektor dapur pacu, namun kami menyukai ubahan desain eksteriornya yang kini makin maskulin dan bernuansa Eropa. Maklum, beberapa orang yang membidani kelahiran mobil ini juga pernah berkutat di VW Group maupun BMW. Akibatnya, Anda sah-sah saja jika ingin mengatakan mobil ini mirip Audi A4 maupun Seat Leon Mk3.

Desain i20 cukup menggoda, dan beraura Eropa (Foto: ototaiment)

Ada beberapa hal yang kami sayangkan dari mobil ini. Jika Anda melihat adanya lis di atas lampu utama, kami mengira itu adalah LED DRL, ternyata bukan, karena DRL-nya diletakkan di bawah. Lalu pindah ke samping, di pilar paling belakang yang di desain semi floating roof, kami mendapati penggunaan bahan plastik bercat hitam. Jadi, bukan berupa panel bodi. Lampu belakangnya pun cukup menipu, karena kami mengira adanya L-Shape di dalam lampu menandakan itulah lampu yang akan menyala. Ternyata, kolom di dalamnya lah yang menjadi lampu bagi mobil ini.

Kesimpulan

Hyundai i20 bisa jadi alternatif bagi Anda yang menginginkan sebuah mobil perkotaan dengan desain cantik. Desainnya tidak kalah jika dibandingkan rival-rivalnya yang berasal dari Jepang. Sayangnya, tenaga yang dihasilkan memang terbilang paling buncit di kelasnya.

Mobil ini lebih cocok untuk konsumsi perkotaan ketimbang di trek reli. Lain cerita jika versi WRC yang anda jajal (Foto: ototaiment)

Jika Anda adalah seorang pengemudi yang antusias, memilih mobil ini mungkin terasa mengecewakan. Namun jika anak atau istri Anda yang akan menggunakan mobil ini, maka lain ceritanya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY