Ini Cara Toyota Indonesia Untuk Tingkatkan Kandungan Lokal pada Produknya

Ini Cara Toyota Indonesia Untuk Tingkatkan Kandungan Lokal pada Produknya

263
0
BERBAGI
Pabrik perakitan mobil Toyota (Foto: harnas)

Sejak beberapa tahun terakhir, Toyota Indonesia diketahui tengah gencar meningkatkan kandungan lokal pada produk yang dibuatnya. Hal ini tentu saja patut diapresiasi, karena selain mendorong pertumbuhan industri komponen dalam negeri, negara juga lebih diuntungkan karena tidak perlu mengimpor material dari luar negeri.

Untuk kian meningkatkan kandungan lokalnya, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia  (TMMIN) baru saja menjalin kerjasama dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) terkait keperluan pemasokan resin polypropylene impact copolymer (plastic) untuk bahan baku komponen berbasis plastik pada Vios dan Yaris.

Apresiasi Menperin

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengapresiasi kerjasama ini dan mengatakan bahwa saat ini di Indonesia terdapat sekitar 1.500 perusahaan komponen otomotif yang terbagi dalam tier satu sampai tiga. Melalui kerjasama dengan pabrikan besar seperti Toyota, diharapkan bisa menjadi wahana transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia di sektor otomotif.

PT CAP akan memasok kebutuhan material plastik pada Vios dan Yaris (Foto: Ototaiment)

Airlangga menambahkan, industri otomotif nasional saat ini mampu memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang berbasis bahan baku lokal sekitar 60 persen. nantinya pemerintah bakal terus mendorong hingga mencapai 90 persen pada tahun 2018-2019 dengan basis bahan baku plastik dan baja.

Fortuner dan Innova Menyusul

Tak hanya Vios dan Yaris yang kebagian peningkatan jumlah komponen lokal, karena Fortuner dan Kijang Innova juga akan segera menyusul, bahkan tak menutup kemungkinan untuk model-model lainnya. Untuk saat ini, produsen lain yang sudah memakai polypropylene impact copolymer produksi CAP adalah Daihatsu (digunakan pada mobil jenis LCGC-nya), serta kendaraan Honda, baik roda dua maupun roda empat.

Fortuner dan Innova akan menyusul mendapat peningkatan material lokal (foto : rushlane.com)

Presiden Direktur CAP, Erwin Ciputra mengatakan bahwa pihaknya berharap dapat memasok kebutuhan polypropylene impact copolymer sejumlah 25.000 ton per tahun untuk 500.000 unit mobil, dengan pemakaian rata-rata 50 Kg per unit. Saat ini kapasitas pabrik polypropylene CAP sebanyak 480.000 ton per tahun, dan akan ditingkatkan menjadi 580.000 ton.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY