Ertiga Diesel Masuk, Grand Livina Tetap Pede

Ertiga Diesel Masuk, Grand Livina Tetap Pede

496
0
BERBAGI
(sumber : Car Brand Names)

Segmen Low MPV di Indonesia baru saja kemasukan penantang baru yang diramalkan akan cukup mendapat penggemar, Suzuki Ertiga Diesel Hybrid. Salah satu penghuni segmen Low MPV ini adalah Nissan Grand Livina, lalu bagaimana tanggapan Nissan Indonesia mengenai hal ini? GM Marketing Strategy Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin, merasa hal itu tidak akan jadi kendala pada penjualan Nissan Grand Livina. “Betul dia akan berada di segmen MPV yang sama dengan Grand Livina, tapi karena dia bermesin diesel tentunya saja dia punya pasar tersendiri gitu, jadi saya fikir sih harusnya tidak jadi masalah bagi kami,” ucapnya.

Budi berkata bahwa faktor lain kehadiran Ertiga Diesel Hybrid tidak akan bersinggungan dengan Grand Livina, karena menurut Budi konsumen yang sudah terbiasa menggunakan mesin diesel akan terus menggunakannya. “Jadi saya pikir customernya akan berbeda. Kalau berbicara Grand Livina efeknya saya pikir minimal-lah. Seperti yang saya bilang pecinta diesel pasti akan cari diesel,” terangnya. Sepertinya memang benar  jika penggemar diesel akan selalu memakai diesel, tapi mungkin Budi lupa bahwa pemakai mesin bensin bisa saja coba-coba pindah ke diesel.

Bagaimana Kolaborasi dengan Mitsubishi?

Saat disinggung apakah Nissan Indonesia juga tertarik menghadirkan mesin Hybrid di Indonesia? Budi menjawab Nissan Indonesia belum tertarik. Lalu jika mengingat kolaborasi yang sudah dilakukan Nissan dengan Mitsubishi, apakah kerjasama ini sudah masuk juga ke Indonesia? Apakah tidak ada rencana untuk menciptakan atau menghadirkan mobil hybrid di Indonesia? Menurut Vice President of Nissan Marketing & Sales PT Nissan Motors Indonesia, Davy J Tuilan, tahun ini sudah ada efek dari kolaborasi tersebut di Indonesia, “Saya tidak bisa ngomong spesifik, tapi kalau anda tanya apakah impact dari alliance itu sudah ada, ya sudah ada.”

CEO Nissan Charlos Ghosn (kiri) dan Presiden Mitsubishi Motors Osamu Masuko (kanan). Menjual saham kepada Nissan adalah salah satu cara Mitsubishi untuk menyelamatkan perusahaan (foto : Nikkei)

Davy mengatakan, banyak hal yang akan dilakukan dari kerjasama antara Nissan dengan Mitsubishi, salah satunya adalah dalam hal biaya produksi. Davy memberikan analoginya, “Speaker yang sama, dari pabrik speker yang sama, dijual ke merek lain harganya bisa dua kali lipat. Kenapa? Karena skala ekonomi. Nah dengan alliance kita cari skala ekonomi, dengan skala ekonomi kita bisa turunkan cost of production,” tuturnya. Namun saat disinggung masalah detail kerjasamanya di Indonesia, Davy tidak bisa berbicara banyak.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY