Toyota Indonesia Ingin Produksinya Memiliki Kandungan Lokal Sebanyak Mungkin

Toyota Indonesia Ingin Produksinya Memiliki Kandungan Lokal Sebanyak Mungkin

390
0
BERBAGI
(foto :Toyota Motor Manufacturing Indonesia)

Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menginginkan mobil-mobil produksinya bisa memiliki kandungan lokal sebanyak mungkin. Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN mengatakan kalau sampai saat ini konten lokal (benar-benar lokal dari hulu sampai hilir) yang ada di produk Toyota baru mencapai 60%. “Jadi saat ini, yang sering kami sebut lokal konten 85%, 60% adalah truly local, dan ke depannya akan kami terus naikkan sampai 75%, seperti Thailand yang saat ini kurang lebih sudah mendekati titik itu (72-73 persen),” ungkap Warih.

Warih melanjutkan, untuk bisa mencapai goal tersebut, TMMIN harus melakukan kerjasama dengan banyak perusahaan lokal yang bisa menjadi supplier untuk berbagai kebutuhan produksi mobil-mobil Toyota yang diproduksi oleh TMMIN. Ada banyak material yang harus dipenuhi, mulai dari plastik, baja, alumunium, hingga karet, dan harus dikerjakan dari hulu ke hilir oleh perusahaan lokal agar bisa dianggap trully local.

Sudah Pakai Plastik Buatan Indonesia

Untuk sementara ini, TMMIN sudah resmi menjalin kerjasama dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) untuk memasok resin polypropylene impact copolymer (plastik), sebagai bahan baku komponen berbasis plastik untuk Vios dan Yaris. Nantinya, CAP juga berencana memasok model Fortuner dan Kijang Innova serta mobil Toyota yang lain. Merek lain yang sudah memakai polypropylene impact copolymer produksi CAP saat ini, yaitu mobil LCGC Daihatsu, serta kendaraan roda dua dan roda empat Honda.

Proses produksi mobil di pabrik TMMIN Karawang Plant (foto : Toyota Motor Manufacturing Indonesia)

Kerjasama ini mendapat apresiasi dari Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto, “Secara nasional, saat ini terdapat sekitar 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia yang terbagi dalam tier satu sampai tiga. Ini juga dapat menjadi wahana transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia di sektor otomotif,” ujarnya. Sebagai informasi, industri otomotif nasional saat ini baru mampu memenuhi tingkat komponen dalam negeri yang berbasis bahan baku lokal sekitar 60%, dan tujuan ke depannya akan didorong hingga tercapai 90% di tahun 2019.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY