Peraturan Berubah, LCGC Boleh Dipakai untuk Taksi Online

Peraturan Berubah, LCGC Boleh Dipakai untuk Taksi Online

514
0
BERBAGI
(Foto: poskota)

Beberapa bulan yang lalu, sempat berlaku uji coba peraturan yang melarang mobil LCGC untuk dipakai menjadi taksi online. Aturan itu menyebutkan bahwa mobil yang boleh dipakai untuk menjadi taksi online minimal harus memiliki kapasitas mesin 1300 cc. Namun baru saja, peraturan tersebut diralat oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Peraturan baru ini akhirnya memperbolehkan mobil murah ramah lingkungan (LCGC) dengan ukuran mesin 1.000 cc untuk dijadikan taksi online. Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto Iskandar mengatakan, pihaknya sepakat untuk menurunkan syarat ukuran mesin dari 1.300 cc menjadi 1.000 cc. Namun, Pudji menegaskan, jangan sampai mobil tersebut melanggar peraturan, misalnya mengangkut penumpang yang melebihi kepasitasnya dan melaju dengan kecepatan tinggi.

Uji publik (peraturan) merupakan salah satu tahapan sebelum regulasi ditetapkan, yakni pemerintah meminta masukan dari berbagai lapisan masyarakat, antara lain akademisi, komunitas, organisasi, LSM, dan pemangku kepentingan terkait. Masukan tersebut dihimpun, dibahas bersama untuk kemudian dijadikan bahan dalam penyempurnaan regulasi. Terdapat 10 pokok materi krusial dalam revisi PM 32 Tahun 2016 ini, meliputi jenis angkutan sewa, ukuran kubikasi kendaraan, tarif, kewajiban STNK berbadan hukum, pengujian berkala/KIR, pool, bengkel, pajak, akses dashboard dan sanksi.

Aman atau Tidak?

Pudji menjelaskan, pihaknya mengubah syarat tersebut karena dinilai tidak bertentangan dengan faktor keselamatan dan keamanan karena telah diuji tipe dan uji kelaikan kendaraan itu sendiri dari Kementerian Perindustrian. “Pertimbangannya pertama kita tidak mau bertentangan dengan kebijakan pemerintah, kita kan berkaitan dengan go green, efisien dan sebagainya, memang kebutuhan publik itu segmennya banyak,” katanya. Pernyataan ini seperti bertentangan dengan pernyataan saat peraturan pertama yang dibuat beberapa bulan lalu, yang menyatakan bahwa mobil berkubikasi mesin kecil dirasa kurang aman menjadi angkutan umum.

Mobil kecil ini akhirnya boleh juga dipakai buat taksi online (Foto : Kompas)

Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Transportasi Masyarkat Transportasi Indonesia, Darmaningtyas menilai menurunkan syarat dari minimal 1.300 cc menjadi 1.000 cc tidak sesuai dengan upaya untuk menerapkan keselamatan berkendara. “cc lebih besar itu lebih stabil, dari sisi keamanan, keselamatan dan kenyamanan ini penting, saya tidak setuju kalau LCGC itu diopreasikan untuk taksi online,” kata Darmaningtyas.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY