LGCG Boleh Jadi Taksi Online, Apakah Penjualannya akan Meningkat?

LGCG Boleh Jadi Taksi Online, Apakah Penjualannya akan Meningkat?

249
0
BERBAGI
Toyota Calya merajai penjualan di segmen LCGC (Foto: Ototaiment)

Revisi Peraturan Menteri yang baru saja diterapkan, yaitu diperbolehkannya mobil berkapasitas 1000 cc untuk jadi taksi online tetap saja menuai pro-kontra. Tetapi diluar perdebatan itu, apakah kebijakan ini akan menjadi persuasi bagi masyarakat yang ingin menjadi pengemudi taksi online untuk membeli mobil LCGC? Karena jika di logika, mobil LCGC yang diciptakan untuk dijual dengan harga murah dan memiliki efisiensi bahan bakar memang bisa menjadi pilihan untuk mengais rejeki dengan menjadi taksi online.

Bagi para Agen Pemegang Merek (APM), hal ini tetap tidak akan menjadi tujuan utama penjualan. Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, mengatakan, “Kita jualan bukan targetnya untuk menjadi taksi online, kalau ada yang beli itu untuk pribadi. Peraturan kan bukan kita buat.” Amelia juga menambahkan bahwa keputusan untuk mengubah fungsi mobil LCGC menjadi taksi online itu ada di tangan konsumen, karena Daihatsu melahirkan LCGC itu untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan kendaraan.

Rangsang Pertumbuhan Industri Otomotif?

Jika dilihat dari kacamata industri otomotif, apakah setelah adanya kebijakan ini bisa merangsang pertumbuhan industri? Amelia kembali menjelaskan, bahwa ada tidaknya peningkatan penjualan LCGC yang bertujuan untuk dijadikan taksi online tidak bisa diukur. “Tidak ada peningkatan penjualan, tidak tahu. Tapi dari dulu, tidak berdampak pada jualan,” katanya. “Karena LCGC untuk pribadi, kita tidak monitor apakah LCGC ini untuk taksi online. Kalau sekarang ada yang beli lagi, tidak tahu akan dipakai untuk taksi online atau pribadi,” tambah Amelia.

Pasar city car tergerus oleh LCGC. Apakah kebijakan baru ini akan membuatnya semakin tergerus? (foto : Ototaiment)

Sedangkan menurut Executive General Manager Vehicle Sales Operation Sub Directorate PT Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto, kebijakan ini bisa menjadi rangsangan baru kepada masyarakat untuk kembali membeli LCGC. “Bisa dikatakan, bisa jadi pendorong semangat di tengah situasi industri otomotif yang lagi lesu ini,” katanya.

Revisi PM mengenai syarat minimal kapasitas mesin mobil untuk taksi online memungkinkan pertumbuhan mobil LCGC (Foto: Datsun)

Lalu jika disinggung apakah ada hubungannya kebijakan ini dengan penjualan mobil di segmen city car? Soerjo menjelaskan, sejak kehadiran mobil LCGC pasar mobil di segmen city car memang tergerus. Faktornya karena LCGC punya harga yang lebih terjangkau dan tidak jauh beda wujudnya dengan mobil city car. Namun Soerjo memperkirakan dengan kebijakan LCGC boleh dijadikan taksi online, mobil disegmen city car hanya akan bergeser kontribusinya di pasar otomotif roda empat Indonesia. “Secara volume enggak, tapi kontribusi bisa bergeser,” tutupnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY