Konsumen Mobil Bekas Lebih Pilih City Car Korea daripada LCGC

Konsumen Mobil Bekas Lebih Pilih City Car Korea daripada LCGC

897
0
BERBAGI
DI pasar mobil bekas, city car Korea lebih laku daripada mobil LCGC (Foto: merdeka)

Istilah LCGC memang masih jarang dimengerti oleh masyarakat awam. Mereka hanya tahu merk-merk mobil yang harganya murah saja, tanpa tau apakah mobil tersebut masuk ke dalam skema LCGC atau tidak. Memang di pasaran mobil baru, mobil-mobil LCGC ini menarik minat para konsumen mobil kelas entry level, tetapi di pasaran mobil bekas, jarang ada orang yang memilih mobil LCGC untuk dibeli.

Seperti yang terjadi di bursa mobil bekas WTC Mangga Dua, konsumen yang mengerti mobil biasanya lebih memilih city car hasil produksi pabrikan Korea Selatan dariada mobil hasil produksi pabrikan Jepang yang termasuk dalam skema LCGC. “Kalau yang mengerti mobil dibandingkan beli LCGC bekas, mending Korea. Kalau tidak mengerti mobil ya maunya LCGC, karena merek mungkin,” kata Manager WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih kepada Bisnis.com, Selasa 21 Februari 2017. Apakah berarti bagi masyarakat yang sudah ‘tahu’ mobil, menganggap LCGC kurang berkualitas? Mungkin saja.

SUV Korea Kurang Laku

Jika model city car Korea lebih menarik minat konsumen mobil bekas, berbeda halnya dengan dengan model SUV. Untuk mobil jenis SUV ini, konsumen lebih memilih mobil pabrikan Jepang daripada SUV buatan Korea, apalagi SUV pabrikan Jepang yang bermesin diesel. Tetapi walau begitu, Herjanto menjelaskan bahwa mobil non-Jepang masih sulit menguasai pasar mobil bekas. Dari catatan penjualan Herjanto, pabrikan jepang menguasai 70% penjualan, sedangkan mobil bekas pabrikan Eropa, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Malaysia mendapatkan porsi hampir sama dari 30 persen sisanya.

Berbagai kemudahan seperti kredit saat ini semakin merangsang masyarakat untuk lebih memilih mobil bekas daripada mobil baru (foto : carmudi)

Tetapi walau begitu, secara keseluruhan, perkembangan pasar mobil bekas masih positif, tercatat selama tiga tahun terakhir, tren penjualan terus naik. Secara berurutan sejak 2014 hingga 2016 penjualan mobil bekas di WTC Mangga Dua sebanyak 35.000 unit, 37.000 unit, dan 38.000 unit. Kenaikan tren itu menyebabkan pemain mobil bekas juga terus bertambah. Membeli mobil bekas adalah salah satu alternatif untuk bisa memiliki mobil berkualitas tinggi tetapi dengan harga yang lebih murah, karena statusnya sudah bukan lagi baru. Apalagi saat ini sudah dimudahkan dengan adanya leasing yang mau memberikan kredit kepada pembeli mobil bekas.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY