Aneka Balap Liar di Jepang (part 2) : Touge, Akar dari Drifting

Aneka Balap Liar di Jepang (part 2) : Touge, Akar dari Drifting

872
0
BERBAGI
Siapa yang tidak kenal dengan AE86? Walau tenaganya tidak besar, tapi bodinya yang kompak dan ringan bisa menjadikan mobil ini sebagai senjata mematikan jika dipegang oleh tangan yang tepat. (foto : Distrik Anime)

Belum lama ini kami telah menuliskan artikel tentang seluk beluk dunia drifting di Jepang, termasuk sejarah singkatnya. Nah, akar dari drifting ini tidak jauh-jauh juga dari balap liar. Salah satu balap liar yang fenomenal dari Jepang dan akhirnya turut melahirkan cabang olahraga otomotif drifting adalah Touge. Bagi anda yang masih awam, kata Touge ini memang terdengar asing, lalu sebenarnya apa arti Touge itu? Touge dalam bahasa Jepang memiliki arti ‘menyalip’.

Penjelasan secara gamblang dan harafiah atas balap model Touge ini adalah menyalip mobil lain di jalanan pegunungan atau jalanan lurus, yang biasanya dilakukan oleh para pebalap liar di pegunungan Jepang. Tetapi, ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa balap model ini tidak hanya terjadi di pegunungan Jepang saja, tetapi juga ada di daerah-daerah lain yang memiliki kontur jalan yang sama, seperti jalanan legendaris Nordschleife di Jerman atau Tail of the Dragon di North Carolina. Lalu apa serunya balapan di pegunungan? Balap ini tentu saja akan sangat seru, apalagi kontur jalannya yang naik turun dengan banyak tikungan akan membutuhkan performa mobil yang luar biasa handal. Selain itu, adrenalin pebalap jelas akan terpompa, karena jurang-jurang di pinggir trek akan siap menerima pebalap yang kurang fokus atau gagal mengatasi tikungan-tikungan yang ada.

Empat Jenis Balap Touge

Di balap liar model Touge ini, para pebalap sering main-main dengan empat tipe balapan, yaitu : Cat and Mouse atau Sudden Death, Straight Up, Random dan, Ghost Battle atau Time Attack. Mari kita bahas secara singkat satu persatu.

Kejar-kejaran layaknya kucing dan tikus (foto : Youtube)
  • Cat and Mouse atau Sudden Death
    Ini adalah peraturan balap Touge yang paling standar, yaitu balapan kejar-kejaran seperti pada umumnya. Pebalap yang bisa menjadi pemenang adalah pebalap di depan yang mampu menambah jarak antara mobil. Jadi, jika pembalap di depan mampu menambah jarak dengan pengejar, dia berpeluang untuk menjadi juara. Tetapi, pebalap di belakang juga mempunyai peluang untuk menjadi pemenang dengan cara memperkecil jarak dengan mobil di depannya, atau sang pengejar bisa saja menyalip jika memang ada kesempatan. Namun, pilihan ini tentu saja membutuhkan nyali yang tinggi, karena resikonya juga sangat besar. Jalan pegunungan yang sempit tentu saja akan menyulitkan pebalap untuk menyalip, karena salah-salah mobilnya malah bisa masuk jurang. Lalu jika ada salah satu mobil yang mengalami masalah seperti menabrak misalnya, mobil lainnya dinyatakan menjadi pemenang.
Start dari posisi yang sama (foto : Stormbrain Deviantart)
  • Straight Up
    Nah, tipe balapan yang satu ini bisa jadi tipe balap Touge yang paling mudah. Straight Up Battle dilakukan di jalan yang cukup lebar, karena kedua mobil akan start dalam posisi yang berjajar, dan peraturannya cuma satu: siap yang berhasil di depan, dialah yang berhak menjadi pemenang.
Pemanasan, agar bisa sepakat mau memakai tipe balapan yang mana (foto : Discofever)
  • Random Battle
    Bisa dibilang, tipe balap ini merupakan pertarungan ‘pemanasan’, karena di pertarungan ini, 2 pembalap akan mencari tipe balapan apa yang cocok untuk dilakukan, dengan cara berkendara bersama dan berkomunikasi via lampu hazard dan sein. Setelah menemukan tipe balapan yang pas untuk dilakukan, maka pertarungan siap dilakukan
Satu-satunya musuh adalah waktu! (foto : Discofever)
  • Ghost Battle atau Time Attack
    Balapan tipe ini tidak seseram namanya. Walupun namanya ‘hantu’, tetapi tidak berarti balapan ini menyeramkan. Ghost Battle di sini artinya pebalap diibaratkan bertarung melawan setan, karena pebalap hanya berjalan sendiri tanpa musuh. Para pebalap diharuskan mencetak waktu sebaik mungkin, siapa yang berhasil mencatat waktu terbaik, dialah yang menjadi juaranya. Biasanya balapan ini dilakukan jika trek yang akan digunakan terlalu sempit untuk digunakan balapan berdua. Boleh dibilang, satu-satunya musuh dalam balapan ini adalah waktu.

Jangan Salah Kaprah!

Karena Touge sering dilakukan di trek-trek pegunungan yang sempit, maka tidak jarang para pebalap menggunakan hand brake untuk membantu mereka berbelok. Nah, efek drifting yang dihasilkan oleh kombinasi hand brake, gas, dan kopling inilah yang akhirnya mengilhami lahirnya aliran balap drifting. Sudah banyak pebalap drifting yang lahir dari balap liar Touge ini, salah satunya adalah raja drifting Jepang, Keiichi ‘Dorikin” Tsuchiya.

Keiichi Tsuchiya, raja drifting Jepang yang lahir dari dunia balap liar Touge (foto : PMCG Photos)

Seiring berkembangnya jaman dan komunikasi manusia, balap ini akhirnya menjadi sangat terkenal dan populer di dunia otomotif internasional. Tidak sedikit yang sudah meraup untung besar-besaran dari dunia ini, namun sayangnya masih banyak yang salah kaprah mengenai istilah Touge ini, dan kesalahan ini terjadi karena makin meningkatnya popularitas akan Touge Battle dan kultur mobil di Jepang.

Initial D the Movie, salah satu film yang terinspirasi dari balap liar Touge (sumber : wallcoo.net)

Banyak para pihak dengan sembarangan menggunakan nama Touge sebagai merk dagang atau event, padahal balapnya di jalan raya biasa atau sirkuit, bukan bertempat di pegunungan atau jalanan naik-turun. Lalu kesalahan penggunaan istilah yang paling fatal adalah menyamakan Touge dan drifting! Kedua hal ini sering diartikan sebagai sesuatu yang sama. Drifting adalah salah satu gaya atau bentuk dalam mengemudi, sedangkan Touge tidak memiliki konotasi dan hubungan dengan mengemudi, melainkan sebuah tipe balapan. Teknik drifting memang bisa diterapkan pada Touge Battle, tapi bukan berarti kedua hal itu adalah sesuatu yang sama.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY