Hiromu Naruse, Sang Maestro Legendaris Toyota

Hiromu Naruse, Sang Maestro Legendaris Toyota

791
0
BERBAGI
(foto : Crank and Piston)

Akan selalu menarik untuk membahas dunia otomotif Jepang beserta segala macam seluk beluknya. Bagi teman-teman pembaca yang menyukai budaya otomotif Amerika, Eropa, atau mungkin negara lainnya, harap sabar, secepatnya akan kami bahas dalam artikel budaya otomotif negara lain di dunia.

Berbicara tentang industri otomotif Jepang, terlebih lagi pasaran domestiknya atau biasa disebut JDM (Japanese Domestic Market), memang sangat menarik untuk diikuti. Ada dua merek besar yang terlihat sangat menonjol dan sering dibicarakan di dunia JDM, yaitu Toyota dan Nissan. Keduanya memilik sejarah yang sama-sama menarik dan sama-sama memiliki orang hebat di belakang produk-produknya. Melalui artikel ini, kami akan lebih dulu membahas orang penting di belakang Toyota, kemudian akan kami lanjutkan dengan Nissan di artikel berikutnya. Simak terus!

Test Driver Handal

Dalam merancang sebuah mobil, ada empat pihak yang sangat menentukan arah serta konstruksi mobil, yaitu: desainer, konstruktor seperti insinyur dan test driver, serta tentunya masukan dari pasar. Biasanya, yang paling mendapat sorotan ketika sebuah mobil mendapat kesuksesan adalah sang desainer, padahal tiga pihak lainnya, terutama test driver juga sangatlah penting dalam memberi masukan pada pabrikan, begitu juga dengan Toyota. Di balik nama tenarnya, Toyota juga sukses akibat dukungan salah satu test driver paling handal di Jepang: Hiromu Naruse.

Mobil sport pertama dari Toyota, Sports 800 (sumber : Japan Bullet)

Karir Naruse berawal pada tahun 1963, waktu Naruse masih berumur 19 tahun. Pemuda ini awalnya mendaftar kerja di Toyota pada periode kepemimpinan Fukio Nakagawa dan ditempatkan di departemen akuntansi. Namun seiring berjalannya waktu, perusahaan kemudian melihat bakat mengemudinya yang luar biasa. Akhirnya ia ditempatkan di departemen evaluasi mobil dan divisi konstruksi mobil, yang kemudian pada tahun 1965 membawanya menjadi test driver pada sportcar pertama Toyota, Sports 800 yang menjadi rival Honda S600 atau S800.

Siapa yang tidak kenal dengan AE86? Walau tenaganya tidak besar, tapi bodinya yang kompak dan ringan bisa menjadikan mobil ini sebagai senjata mematikan jika dipegang oleh tangan yang tepat. (foto : Distrik Anime)

Karirnya berkembang dengan cepat, karena dua tahun setelahnya Naruse kemudian didapuk untuk membantu merancang sportcar Toyota 2000 GT, mobil sport kelas menengah seperti Toyota 1600 GT, bahkan mobil balap pertama dari Toyota: Toyota 7. Naruse memiliki keinginan agar mobil-mobil produksi Jepang bisa memiliki kualitas dan aura yang sama dengan mobil Eropa yang pada waktu itu menjadi tolak ukur para produsen mobil. Karir Naruse kemudian menjadi sangat diperhitungkan, karena pada tahun yang sama dengan saat Toyota 7 diluncurkan, Naruse diangkat menjadi pimpinan Toyota Motorsports di Swiss. Naruse diminta untuk bertanggung jawab atas mobil balap Jepang pertama yang akan mengikuti balapan di Nürburgring dan Spa-Francorchamps. Usut punya usut, divisi ini juga yang membantu kelahiran TME (Toyota Motorsports Europe) yang menjadi bidan kelahiran jawara rally seperti Celica sampai jawara Le Mans, GT-One.

Tidak Hanya Balap, Produksi Massal Juga

Naruse memang memimpin divisi balap Toyota, tetapi Naruse juga diserahi tanggung jawab atas produksi massal mobil-mobil sport keluaran Toyota. Mobil-mobil legendaris seperti Celica generasi pertama dan Supra, semuanya mendapat sentuhan tangan dingin Naruse. Waktu berjalan cepat, karir Naruse pun tetap menanjak. Akhirnya pada tahun 1980, Toyota mengangkat Naruse sebagai kepala test drive Toyota dan bertanggung-jawab akan hampir seluruh produk Toyota. Di era ini lah Naruse bersama Nobuaki Katayama membidani kelahiran mobil-mobil legendaris Jepang seperti AE85, AE86, Soarer, serta mobil sport kompak bermesin tengah pertama dari Toyota: MR2.

Semangat dan dedikasinya sangat tinggi (foto : Dragtimes)

Pria yang selalu sopan dan rendah hati ini tetap terkenal menyukai mobil ringan yang sporty, memiliki handling yang bagus, namun tetap kental dengan aroma Jepang. Dari seluruh sportcar Toyota yang pernah ia tangani, hanya satu mobil yang bisa memberinya kesan mendalam, yaitu Lexus LFA. Mobil ini dirancang untuk menjadi supercar tercanggih dari Jepang, dan LFA merupakan salah satu tonggak keberhasilan Toyota dalam membangun mobil sport.

Meninggal di Sirkuit

Tidak hanya bekerja sebagai karyawan Toyota yang bertugas membuat riset dan pengembangan, Naruse juga menjadi salah satu pebalap andalan di lomba ketahanan 24 Hours Nürburgring menggunakan Lexus LFA. Dari tahun 2008 sampai 2010, Naruse menjadi salah satu pebalap tertua di lomba itu. Beliau sempat berhasil membawa Gazoo Racing LFA menjadi juara kelas SP8 di tahun 2010 bersama Akira Iida.

Banyak sekali pihak yang merasa kehilangan Naruse. (foto : Lexus Enthusiast)

Kecintaannya pada dunia otomotif dan balap pun sepertinya direstui oleh Tuhan. Pada tanggal 23 Juni 2010, ketika sedang melakukan testing prototipe Lexus LFA Nürburgring Edition, Naruse mengalami kecelakaan karena bertabrakan dengan sebuah BMW Seri 3 di jalanan Boos sektor L94, dekat Nürburgring. Kecelakaan ini dikarenakan Naruse mengemudikan Lexus LFA yang berkonfigurasi LHD (Left Hand Drive / setir kiri). Sayang, meskipun memakai helm dan fitur keselamatan mobil yang canggih, namun tetap saja Tuhan berkehendak lain. Naruse dipanggil menghadap Tuhan saat sedang menunaikan tugasnya.

Untuk mengenang Naruse, Toyota merancang sebuah sportcar ringan berpenggerak belakang dengan mesin yang bertenaga dan tangguh atas dasar masukan dan keinginan dari Naruse. Sportcar ini kita kenal dengan nama Toyota FT86, Hachiroku. Mobil ini juga mewakili keinginan Naruse yang menginginkan sebuah mobil sport dengan harga terjangkau dan mudah dimodifikasi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY