Shinichiro Sakurai, Bapak Nissan Skyline

Shinichiro Sakurai, Bapak Nissan Skyline

694
0
BERBAGI
(foto : Nissan Global)

Setelah membahas orang penting di balik mobil-mobil sport Toyota, artikel ini akan membahas orang penting di balik mobil sport Nissan (tepatnya Skyline), Shinichiro Sakurai. Pria kelahiran 3 April 1929 ini adalah salah satu legenda di dunia otomotif Jepang.

Sakurai lahir di Yokohama, prefektur Kanagawa. Beliau awalnya merupakan karyawan dari Prince Motor Company di tahun 1952 dan menjadi kepala manajer proyek ALSID-1 dibawah pimpinan Ryoichi Nakagawa, Presiden Prince Motor Company yang dulu merupakan kepala insinyur SAKAE-21, sebuah mesin pesawat tempur yang menjadi momok mengerikan di Perang Dunia kedua, juga Mitsubishi A6M “Zero“. Sakurai banyak disebut sebagai father of Skyline, karena di tangan dingin beliaulah Skyline lahir dan menjadi legenda di dunia otomotif dunia.

Proses Kelahiran Skyline

Project Skyline pertama Sakurai adalah Prince S50. Tetapi pada tahun 1964 di gelaran Japanese Grand Prix, Sakurai berhasil mengasapi Porsche 904 GTS menggunakan Skyline S54 hasil modifikasinya yang kemudian dikenal dengan nama Prince Skyline 2000 GT, varian kencang pertama Skyline.

Prince Skyline 2000GT (foto : JDM Legends)

Karir Sakurai berlanjut pada tahun 1966 dimana perusahaan Prince Motor Company melakukan merger dengan Nissan. Berkat prestasinya, pria lulusan Universitas Nasional Yokohama ini akhirnya diangkat menjadi kepala proyek pembangunan mobil-mobil Nissan, terutama di model sport dan juga mobil balap. Salah satu mobil yang turut dikembangkan adalah Skyline pertama yang memakai merek Nissan: C10, atau akrab dipanggil Hakosuka. Sakurai selalu tidak pernah merasa puas, begitu juga dengan C10 ini. Beliau beranggapan bahwa mobil ini masih bisa ditingkatkan kemampuannya. Sakurai kemudian membuat varian homologasi PGC-10 dengan bobot lebih ringan bermesin S20 DOHC yang memakai teknologi dari mesin balap GR8 dan sanggup mengeluarkan tenaga sebesar 160 Hp. Hakosuka versi ini mampu menguasai hampir semua kompetisi balap di Jepang dan mengasapi banyak sportcar legenda seperti Toyota 1600 GT, Isuzu Bellet GTR, juga Porsche. Hakosuka sempat menjadi pelecut Mazda untuk membuat sportcar yang lebih dahsyat, yaitu Mazda RX-3 Savanna.

Nissan Skyline C110 ‘Kenmeri’ (foto : Road and Track)

Nissan akhirnya mempercayai hampir seluruh Skyline untuk dirancang oleh tim yang dipimpin oleh Sakurai. Mulai dari C110 ‘Kenmeri’, C210 ‘Japan’, R30 ‘New-Man’ atau ‘Tekkamen’ sampai R31. Selain itu, banyak insinyur yang dulunya bekerja dibawah pimpinan Sakurai juga akhirnya menjadi kepala pimpinan Skyline selanjutnya seperti Naganori Ito dan Kozo Watanabe.

Salah satu mesin seri RB yang legendaris, RB 26 DETT (foto : DSport)

Dibawah pimpinannya pula, pada tahun 1984 tim ini berhasil membuat mesin legendaris yang masih populer hingga saat ini, mesin seri RB. Walau ada di bawah tekanan perusahaan untuk membangun mesin berkonfigurasi V6, Sakurai dan timnya ingin Nissan memiliki mesin segaris yang memiliki tenaga besar, halus, dan kuat.

Tidak Cuma Skyline

Sakurai tidak hanya membidani lahirnya Skyline, karena beliau juga turut membangun mobil Nissan lain seperti Laurel C31, sampai Nissan R383. Sakurai juga memimpin proyek MID-4, yang menjadi basis 300ZX serta mesin V6 tangguh Nissan, VG30DE.

Nissan Laurel hardtop turbo (foto : wheelsage)

Pada tahun 1986, Sakurai diangkat sebagai presiden Autech, tuner resmi spesialis Nissan yang menjual mobil-mobil khusus yang sudah dimodifikasi. Selain itu, Sakurai juga menjadi Direktur Honorer di museum Skyline karena jasa-jasanya dalam membangun Skyline. Sakurai juga tercatat sebagai pimpinan perusahaan S&S Engineering Co., Ltd.

Dedikasi dan Kehormatan

Pria yang banyak diberitakan sebagai sosok yang ramah dan rendah hati ini selalu mendapat hormat dari para koleganya, terutama yang pernah bekerja dibawah pimpinannya. Ini juga yang membuatnya masuk dalam Japan Automobile Hall of Fame di tahun 2005. Sungguh sebuah prestasi yang patut dibanggakan!

Shinichiro Sakurai di masa mudanya (1964) (foto : Zerotohundred)

Sakurai menutup usianya di Kanagawa, Tokyo pada tanggal 17 Januari 2011 karena gagal jantung di umur 81 tahun. Hingga ajal menjemput, Sakurai terus memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia otomotif dengan tetap bekerja di bidang ini. Hal ini bukan karena sebuah paksaan atau tuntutan pekerjaan, namun dilakukannya karena kencintaannya di dunia otomotif. Berkat orang-orang seperti inilah Jepang bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Otomotif Jepang juga kuat dan maju seperti industri-industri otomotif di negara lainnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY