Mesin Nissan RB Series (Part 1): Tenaga Buas yang Dibatasi

Mesin Nissan RB Series (Part 1): Tenaga Buas yang Dibatasi

2261
0
BERBAGI
(foto: Pinterest)

Artikel kali ini masih datang dari dunia otomotif Jepang, dan kami akan mengulas tentang mesin mobil dari Jepang yang jelas sudah tidak bisa diragukan lagi kiprahnya di dunia otomotif dunia, yakni mesin Nissan RB Series. RB merupakan seri mesin keluaran Nissan berkonfigurasi 6 silinder segaris. Mesin-mesin ini menjadi populer di dunia otomotif, terutama di dunia balap, baik dari balap sirkuit, reli, drag race, maupun drifting karena kemampuannya yang mempesona, juga termasuk mesin yang tunner friendly, alias mudah dioprek.

Mesin RB memiliki beberapa macam jenis dan kapasitas, mulai dari 2000 cc sampai 3000 cc. Mesin ini memiliki konstruksi head cylinder yang terbuat dari alumunium, memiliki versi SOHC dan DOHC, serta memiliki 2 hinggap 4 katup. Cara membaca kode mesinnya sama seperti kode mesin Nissan lain: D berarti DOHC, E berarti EFI (Injeksi), T berarti turbo dan 2 digit angka berarti kapasitasnya. Misalnya, RB25DET berati mesin ini adalah mesin seri RB dengan kapasitas 2500 cc DOHC EFI Turbo.

Tenaga Dibatasi

Ada sedikit cerita unik dari mesin ini. Mesin seri RB sebenarnya memang diciptakan untuk mobil sport Nissan (kebanyakan Nissan Skyline) yang berarti secara logika, seharusnya mesin ini memiliki semburan tenaga yang sangat besar. Tetapi, sayangnya Jepang memiliki semacam peraturan tidak tertulis yang membatasi tenaga mesin RB ini maksimal di 276 Hp untuk kondisi mesin standar, sama dengan mesin Japanese Domestic Market yang lain. Ini adalah akibat dari perjanjian Gentlemen’s Agreement yang membatasi tenaga mesin mobil domestik hanya sampai 276 Hp.

Mesin seri RB memiliki berbagai macam jenis, mulai dari jenis-jenis mesin standar hingga beberapa jenis mesin yang sudah mendapat sentuhan tunner, atau mesin-mesin edisi khusus. Nah, di artikel pertama ini, kami akan membahas mesin-mesin RB versi standar dahulu, lalu dilanjutkan ke artikel kedua yang akan membahas mesin-mesin RB seri khusus.

1. RB20

Seri mesin RB ini adalah seri yang memiliki kapasitas mesin paling kecil, yaitu 2000 cc yang dapat ditemui pada mobil Nissan Skyline dan Nissan Stagea. Mesin yang pertama kali dipasangkan di Skyline R31 ini memiliki dua varian utama yaitu DOHC dan SOHC. Varian DOHC-nya diberi tanda dengan memasangkan cover camshaft berwarna merah, sehingga mesin varian ini sering dijuluki mesin red top. Mesin RB20 DOHC menggunakan sistem injeksi NICS (Nissan Induction Control System), sedangkan versi SOHC menggunakan sistem ECCS (Electronically Concentrated Control System). Berikut ini adalah varian lengkap mesin RB20 :

  • RB20E : SOHC, bertenaga 128 Hp di 5600 rpm, torsi 171 Nm di 4400 rpm
  • RB20ET : SOHC Turbo, bertenaga 143 Hp di 6000 rpm, torsi 206 Nm di 3200 rpm
  • RB20DE : DOHC, bertenaga 152,8 Hp di 6400 rpm, torsi 186 Nm di 4400 rpm
  • RB20DET : DOHC Turbo, bertenaga 212 Hp di 6400 rpm, torsi 265 Nm di 3200 rpm
Mesin RB20DET (foto: Wikimedia)

Di Jepang, mesin ini memang hanya dipakaikan pada mobil-mobil keluaran Nissan. Tetapi uniknya, di Selandia Baru mesin ini juga dipasangkan pada beberapa seri Holden. Ada juga yang dipasangkan pada Nissan Z31 200ZR Fairlady untuk memberi versi alternatif selain mesin VG.

2. RB24S

Dari semua mesin seri RB dari Nissan, mesin RB24S ini merupakan mesin RB yang paling tidak populer. Mesin ini diciptakan untk mobil-mobil yang dipasarkan di luar Jepang, seperti Nissan Cefiro A31 versi setir kiri. Otomatis, mesin ini adalah mesin RB yang tidak JDM alias tidak untuk dijual di pasar domestik Jepang.

Mesin RB24S (foto: Viczcar)

Banyak sumber yang mengatakan bahwa mesin ini adalah seri mesin ‘gado-gado’ karena konstruksinya adalah hasil dari percampuran beberapa mesin RB seri yang lain. RB24S menggunakan head cylinder dari RB30E, blok mesin dari RB25DE atau DET dan crankshaft serta piston sama dengan yang digunakan pada RB20DE atau DET. Mesin SOHC ini bertenaga maksimal 140 Hp di 5000 rpm dengan torsi 196 Nm di 4400 rpm. Mesin ini juga masih menggunakan karburator sebagai sistem pengkabutan bahan bakar bukan ECCS, dan berkat karburator inilah maka mesin ini mampu berputar lebih kuat di rpm tingginya daripada mesin RB lainnya.

3. RB25

Mesin RB seri ini adalah mesin RB yang paling banyak beredar dan paling banyak menjadi pilihan untuk swap engine pada mobil-mobil balap maupun harian. Mesin 2500 cc ini pertama kali dikenalkan pada tahun 1993 di seri-seri mobil Nissan Skyline. Pada semua seri RB25 sudah menggunakan sistem injeksi serta DOHC. Ada 3 varian mesin RB25 ini, yaitu :

  • RB25DE : DOHC, bertenaga 197 Hp di 6000 rpm, torsi 255 Nm di 4000 rpm
  • RB25DET : DOHC Turbo, bertenaga 245-250 Hp di 6000 rpm, torsi 319 Nm di 4000 rpm
  • NEO RB25DET : DOHC Turbo, bertenaga 276 Hp di 6400 rpm, torsi 362 Nm di 3200 rpm
Mesin RB25DET (foto: JSpecs Auto)

Sejak Agustus tahun 1993, Nissan menanamkan teknologi baru pada mesin RB, yaitu teknologi NVCS (Nissan Variable Cam System) untuk efisiensi dan kinerja camshaft di intake. Inovasi tambahan lainnya juga terjadi di tahun 1998, dimana mesin RB25DE atau DET menggunakan head cylinder mesin dengan nama NEO. NEO sendiri adalah tandingan VTEC (milik Honda) dari Nissan, karena sama-sama mengatur pergerakan katup. Berkat teknologi ini, torsi serta tenaga dan emisi mesin ini menjadi lebih baik. Oleh karena itu, mesin ini termasuk dalam kategori LEV (Low Emission Vehicle). Begitu juga dengan RB25DE dan DET yang diproduksi sejak Agustus 1993 juga menggunakan teknologi NVCS untuk menambah kinerjanya, agar jauh lebih dahsyat dari putaran bawah sampai atas. Selanjutnya pada Mei 1998, head mesin NEO dipasang pada RB25DET, namun terbatas pada varian Skyline R34 saja.

4. RB 26 DETT

Nah! Ini adalah mesin paling buas di keluarga mesin RB, dalam keadaan standar. Tidak heran, karena mesin ini dipasangkan pada seri Skyline dengan emblem paling ikonik dari Nissan: GT-R. RB26 hanya tersedia dalam satu varian saja, yaitu RB26DETT. TT? yak betul, twin turbo. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 276 hp di 6800 rpm dan torsi 392 nm pada 4400 rpm. Kecil ya? iya memang kecil, karena test itu dilakukan di Jepang dan berdasarkan penjanjian Gentlemen’s Agreement. Beda cerita jika dynotest ini dilakukan di luar Jepang. Angka yang keluar untuk tenaga maksimal Nissan Skyline GT-R di luar Jepang ini bisa mencapai 320 hp, dalam keadaan mesin standar.

Mesin RB26DETT (foto: Favcars)

Mesin ini menjadi favorit di kalangan tunner internasional karena mesin RB26DETT hampir sama seperti 2JZ dari Toyota. Tidak perlu bersusah payah untuk bisa menaikkan power mesin ini, karena dengan melakukan modifikasi ekstrem di jeroan mesin dan mengubah sistem turbonya, maka angka 1000 Hp tidak akan sulit tercapai. Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, mesin ini hanya terpasang pada mobil-mobil sport kelas atas dari Nissan seperti Nissan Skyline GT-R R32, R33, dan R34, Nissan Stagea 260RS, dan Autech Skyline GT-R BCNR33.

5. RB30

Mesin ini selain terpasang pada mobil Nissan Skyline juga pernah dipasangkan pada mobil Holden Commodore VL. Holden memasang mesin Nissan ini karena mesin 202 (3300 cc) bawaan Commodore tidak lagi lolos tes emisi pada tahun 1986 di Australia. Mesin RB30ET yang terpasang pada Commodore VL ini berbeda dengan RB30 lain, karena memiliki kompresi yang lebih rendah, pompa oli yang lebih kuat, dan turbocharger T3 dari Garett. Spek ini membuat mesin ini menjadi favorit bagi para drag-racer di Australia.

Mesin RB30DET (foto: Engine Swap Depot)

Ada 4 jenis dari RB30, yang hanya diproduksi dari tahun 1987 sampai 1991 :

  • RB30S : SOHC Karburator
  • RB30E : SOHC Injeksi, bertenaga 152 Hp di 5200 rpm, torsi 247 Nm di 3600 rpm
  • RB30E R31 Skyline Spec : SOHC Injeksi, bertenaga 157 Hp di 5200 rpm, torsi 252 Nm di 3600 rpm
  • RB30ET Commodore VL Spec : SOHC Injeksi Turbo, bertenaga 201 Hp di 5600 rpm, torsi 296 Nm di 3200 rpm

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY