Nissan Motors Indonesia Tidak Semangat Ikuti IIMS 2017, Ada Apa?

Nissan Motors Indonesia Tidak Semangat Ikuti IIMS 2017, Ada Apa?

403
0
BERBAGI
Peluncuran Nissan March facelift, Senin 13 Februari 2017 (Foto: Tribun)

Salah satu gelaran akbar otomotif di Indonesia, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 tidak lama lagi akan diselenggarakan, tepatnya pada tanggal 27 April 2017 – 7 Mei 2017 di JIExpo. Namun berbeda dengan Agen Pemegang Merek (APM) lain yang juga turut berkontribusi di acara ini, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) malah diberitakan kurang bersemangat ambil bagian dalam pameran otomotif internasional ini. APM Nissan dan Datsun di Indonesia ini bahkan belum memutuskan apakah akan terlibat dalam IIMS 2017. Wah, kenapa ya?

Alasan pernyataan itu disampaikan oleh Presiden Direktur NMI Antonio ‘Toti’ Zara. Beliau menyatakan bahwa belum ada produk baru Nissan atau Datsun yang perlu dipamerkan hingga beberapa bulan mendatang, “Kami tidak punya produk baru yang bisa dipajang di pameran bulan April itu,” ungkap Toti. Walau bergitu, Toti menyatakan, mitra dealer resmi Nissan dan Datsun menyatakan tertarik ikut IIMS 2017. NMI pun tengah berkomunikasi dengan mereka untuk membahas lebih jauh. “Tentu saja itu jadi potensi Nissan-Datsun hadir di IIMS,” katanya.

Nissan Jarang Update Produk

Jika kita perhatikan, pabrikan Nissan selama ini memang jarang meng-update produk-produknya. Misalnya ada produk facelift atau penyegaran lainnya, pasti jaraknya akan sangat lama dari produk sebelumnya. Seperti yang dikatakan oleh Puru Rachmantiko, Supervisor dealer Nissan – Datsun Bantul, Yogyakarta kepada Ototaiment beberapa waktu lalu, jarangnya update produk oleh Nissan ini menjadi salah satu kelemahannya untuk bersaing dengan APM lain di Indonesia yang terhitung lebih sering memperbarui produk-produknya.

Penyegaran terakhir pada Grand Livina XV Highway Star di tahun 2016 untuk mengisi kekosongan produk Nissan Motors Indonesia tahun 2016 (Foto : iotomotif)

Namun, Puru juga menambahkan bahwa hal ini tidak melulu berakibat negatif karena masih banyak konsumen yang tertarik membeli produk Nissan dengan alasan harga jual mobil bekasnya tidak anjlok terlalu banyak. Beliau mengatakan, hal ini disebabkan karena varian Nissan tidak terlalu rumit dan jarang ada pembaruan, jadi tidak banyak berpengaruh terhadap harga jual mobil bekasnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY