Toyota Indonesia Siap Ekspor Mobil ke Australia

Toyota Indonesia Siap Ekspor Mobil ke Australia

247
0
BERBAGI
(foto: Antara/Wahyu Putro A)

Beberapa saat lalu dikabarkan bahwa Indonesia dan Australia sedang berunding bersama untuk membahas kerjasama Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IACEPA). Salah satu unit industri yang sangat menunggu-nunggu hasil kesepakatan ini adalah industri otomotif, karena hal ini berkaitan dengan tutupnya sejumlah pabrik mobil dari berbagai macam merek.

Oleh karena itu, kesepakatan yang diraih untuk IACEPA cukup membawa angin segar bagi pebisnis kendaran roda empat dalam negeri, khususnya Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) karena TMMIN otomatis bisa ikut masuk ke pasar Australia dengan mengekspor produknya. Pasar mobil domestik di Australia saat ini dikatakan bisa mencapai 1,2 juta unit per tahun. Angka ini jelas cukup menggiurkan, terlebih lagi di sana tidak ada lagi merek mobil yang melakukan kegiatan produksi.

Toyota Bersiap-Siap

Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN jelas akan menanggapi positif peluang ini. “Itu jelas kesempatan besar. Saat ini isu besar pertama yaitu product matching, di mana ketika kami survey saat itu model produk populernya ada di sedan dan SUV kecil. Kami sedang pikirkan apakah Fortuner atau produk kerjasama Toyota-Daihatsu, Rush,” ujar Warih. Warih melanjutkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian ulang untuk menentukan tren pasar otomotif di Australia.

Lalu untuk isu keduanya, terkait dengan business opportunity, seperti daya saingnya. “Kami studi lagi ke depannya. Lalu bagaimana peluang bisnisnya di sana,” tutur Warih. Jika disingung dari kualitas produk, Warih mengaku TMMIN sudah siap. Pernyataan ini didukung oleh hasil tes tabrak yang dilakukan oleh ASEAN NCAP atas produk-produk Toyota buatan Indonesia. “Kalau untuk urusan safety feature tinggal kami serap saja. Ketika kami akan memasukkan produk ke sana, pastinya akan melalui homologasi, dan apa fitur yang mereka inginkan, lalu kami akan hitung harganya,” tutup Warih.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY