Holden Belmont HJ Utility Tahun 1974 : Singa Tua yang Tetap Bertenaga!

531
0
BERBAGI

Ada beberapa maniak otomotif yang memiliki pendapat bahwa mobil apapun, tahun berapapun, akan tetap berharga dan bisa menjadi berarti bila dipegang oleh tangan yang tepat. Walaupun mobil tua yang ditemukan di tumpukan sampah mobil, jika kembali dibangun dengan ketulusan hati dan tentu saja dengan keahlian khusus, maka tidak heran jika nantinya sampah itu bisa berubah menjadi emas.

Begitu juga dengan mobil buatan Australia ini. Setelah melewati perjalanan hidup yang panjang dengan berbagai keadaan, Holden Belmont Utility HJ tahun 1974 ini akhirnya berlabuh di tangan yang tepat. Pada tahun 2012, kakak beradik Wahyu Nugroho dan Eko Prasetyo membawa Holden Belmont Ute ini ke bengkel BCC Garage di sekitar Minomartani, Sleman, Yogyakarta dalam keadaan mentah. Setelah melewati diskusi panjang dengan team BCC Garage yang dikomandoi oleh Asa, konsep modifikasi aliran street racer pun disetujui. Tidak mau setengah-setengah, kedua pihak pun memutuskan untuk total dalam merestorasi dan memodifikasi mobil ini.

Body Rebuild Total

Sejauh mata memandang, rasanya hampir tidak ada cacat pada bagian eksteriornya. Restorasi bodi dilakukan semaksimal mungkin. Lekukan-lekukan bodi dikembalikan seperti awal lagi, semua detal sudut dibangun ulang sehingga akhirnya bodi mobil ini tampak seperti baru. Untuk mengejar bentuk bodi yang sempurna, penggunaan dempul tampaknya sangat diminimalkan. Bumper depan belakang, lampu-lampu, grille, karet-karet, list kaca, detail bak, semuanya tampak sempurna.

Begitu juga dengan sasis, jika dilihat dari kolong, semuanya bersih! Bahkan tidak ada satu baut pun yang berkarat, semuanya baru. Asa tidak mau ada tertinggal, dengan melepas body dari sasis dan mempreteli kaki-kakinya, maka semua bagian akan terlihat dengan baik dan tidak ada hal yang terlewatkan. Kaki-kaki pun dibangun ulang, menggunakan shock Kayaba gas, tetapi tetap mengandalkan per standarnya. Untuk pelek, pilihan jatuh pada Ridler L Star berukuran 7 inchi untuk depan dan 8,5 inchi di belakang. Untuk sektor pengereman, Asa masih percaya dengan sistem pengereman standarnya, hanya saja Asa melakukan penggantian pada booster remnya menggunakan booster bawaan Toyota Kijang.

Untuk bagian interior, tidak ada keistimewaan tersendiri. Karena mobil ini berkonsep street racer, maka isi interior pun diminimalkan. Tidak ada audio, tidak ada fitur-fitur elektronik lainnya. Di dashboard hanya terlihat takometer merk Autogauge, sedangkan di bagian information cluster hanya ada speedometer dan fuelmeter. Untuk lingkar kemudi, pilihan dijatuhkan pada Grant Steering Wheels buatan Amerika. Demi mendukung konsep street racer, kursi orisinilnya pun disingkirkan dan diganti dengan bucket seat. Minimalis!

Mesin Full Spec

Mengejar style street racer tanpa ada ubahan mesin rasanya seperti omong kosong saja. Oleh karena itu, Asa melakukan ubahan yang hampir total pada mesin tipe 202 bawaannya. Jika dihitung-hitung, rasanya mesin Holden ini sudah bisa dibilang full spec. Mulai dari bagian head cylinder, selain melakukan porting-polish Asa juga memasangkan camshaft racing baru bermerk Dynotech tipe high lift, dengan didukung perangkat Summit Racing Hydraulic Lifter untuk membantu buka-tutup klep agar lebih sempurna. Lalu di bagian intake manifold, merk Redline dipilih untuk menyalurkan hasil pengkabutan bahan bakar dari karburator Edelbrock 1404. Urusan pembuangan pun diperbarui dengan membuat full system custom, mulai dari header hingga silencer.

Turun ke bagian blok mesin, di mesin 3.300 cc ini Asa menjatuhkan pilihan piston pada part racing buatan Australia, ACL Flat Top Pistons. Rasio kompresi pun naik drastis, harus diimbangi dengan bahan bakar beroktan 92. Untuk crankshaft, bawaan mesin standar Holden 202ci ini diistirahatkan, diganti dengan crankshaft racing 12 bandul, torsi pun sangat terasa akibat pemakaian crankshaft ini.

Untuk urusan pengapian, platina standar bawaan mesin pun dibuang dan diganti dengan CDI analog universal, dengan koil racing, dan disalurkan ke busi oleh Taylor Wire 8 mm. Ubahan diatas tentu saja akan membuat mesin bekerja semakin maksimal dan pasti akan semakin mudah panas, oleh karena itu, penting sekali untuk memperhatikan cooling system-nya. Radiator standar bawaan Holden dinilai sudah tidak mumpuni, sebagai gantinya, radiator Griffin berbahan alloy pun dipasangkan dengan bantuan GMB Water Pump untuk memastikan putaran coolant sempurna.

Gearbox masih dibiarkan memakai milik Holden standar manual 4 speed. Tetapi kopling sudah diganti dengan racing clutch palang tiga. Sayangnya, Asa tidak memberitahukan merknya, mungkin rahasia. Hahaha! Selebihnya, untuk urusan driveshaft dan lain-lain, masih dibiarkan memakai standar bawaan Holden yang sudah dibangun ulang.

Setelah dilakukan dynotest, ubahan mesin tadi berhasil menaikkan tenaga singa tua ini menjadi 200 hp (kurang lebih, karena Asa lupa angka pastinya). Perlu diketahui, mesin standar Holden 202ci atau 3.300 cc ini jika menurut data dari pabriknya memiliki tenaga sebesar 126 Bhp untuk mesin tipe low comp, dan 135 Bhp untuk mesin tipe high comp. Selamat untuk Asa dan team BCC Garage yang berhasil membuat singa tua ini kembali bertenaga!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY