5 Desain Mobil Pedesaan dari 4 Universitas Ternama Lolos Seleksi Hingga Tahap...

5 Desain Mobil Pedesaan dari 4 Universitas Ternama Lolos Seleksi Hingga Tahap Final

378
0
BERBAGI
Mobil pedesaan hasil inovasi Universitas Negeri Semarang (Foto: Dikti)

Program pemerintah dalam membuat mobil pedesaan saat ini sudah memasuki babak baru. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin) dan Institut Otomotif Indonesia (IOI) sudah menetapkan lima desain kendaraan pedesaan berhasil lolos ke tahap nominasi. Lima desain ini berhasil disaring dari 21 desain yang ajukan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Lima desain yang lolos tersebut adalah ‘Argani Grand Pick Up’ yang dibuat oleh tim Telkom University, ‘Waprodek Disel’ karya tim Institut Teknologi Surabaya (ITS), ‘Mobil Desa Serbaguna’ dan ‘Mobil Desa Nasional’ dari tim Universitas Negeri Semarang (Unnes), serta ‘Mobil Multifungsi Pedesaan Diponegoro’ oleh tim Universitas Diponegoro (Undip).

“Berdasarkan penilaian juri, panitia memutuskan lima desain tersebut berhak maju ke tahap berikutnya untuk ditetapkan sebagai pemenang. Kelima nominator akan diminta untuk membuat mock-up atas desain mereka dengan biaya yang ditanggung IOI masing-masing sebesar Rp 5 juta,” kata Presiden IOI, I Made Dana Tangkas. Sejauh ini menurut Made, jika dilihat dari banyaknya proposal desain yang masuk, lomba desain mobil pedesaan ini mendapat respon yang cukup positif dari pihak perguruan tinggi di Indonesia. Pemenang dari lomba desain ini akan diumumkan pada hari terakhir penyelenggaraan Expo Industri Kreatif Mobil dan Motor yang diselenggarakan di Bali Creative Industri Center (BCIC), Denpasar, 7-12 Maret 2017 nanti

Mobil Pedesaan Harus Fleksibel

Menanggapi karya para desainer ini, Made mengatakan bahwa pengembangan dan desain alat angkut atau kendaraan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan mobilitas hasil produk ekonomi pedesaan seperti pertanian dan peternakan, tapi juga sekaligus untuk meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, desain kendaraan akan disesuaikan dengan kondisi geografis dan karakter perekonomian masing-masing daerah. “Desain kendaraan harus fleksibel, tidak hanya bisa mengangkut hasil produk pertanian atau peternakan, tapi juga untuk digunakan untuk alat-alat produksi seperti alat-alat pertanian,” kata Made.

Kemenperin dan IOI saat penandatanganan MoU Mobil Pedesaan (Foto: Kemenperin)

Pengembangan alat angkut desa ini merupakan program Kemenperin sehingga lisensinya ada di instansi pemerintah ini. Setiap daerah berpotensi mengembangkan kendaraan pedesaan dengan menggunakan lisensi dari kementerian. “Ini agar potensi pasar kendaraan ini bisa diarahkan untuk pengembangan industri kecil menengah atau IKM di setiap daerah. Dan diharapkan dalam implementasi kendaraan pedesaan ini akan dijalankan oleh pelaku industri domestik,” tutup Made.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY