Menarik! ITB Perkenalkan 3 Prototype Kendaraan Listriknya

Menarik! ITB Perkenalkan 3 Prototype Kendaraan Listriknya

398
0
BERBAGI
(foto: AyoBandung)

Ingin ambil bagian dalam perkembangan teknologi kendaraan, kampus-kampus ternama di Indonesia tidak mau diam saja. Banyak kampus yang sudah melakukan riset dan penciptaan kendaraan dengan sumber tenaga alternatif. Salah satu universitas besar dan termasyur di Indonesia yang juga telah melakukan proses ini adalah Institut Teknologi Bandung (ITB).

ITB yang telah mengembangkan inovasi transportasi berbasis listrik memperkenalkan 3 buah prototype kendaraannya saat Pameran Karya Inovasi di Aula Barat ITB, Bandung, pada Minggu, 5 Maret 2017 lalu. Ketiga kendaraan tersebut adalah bus listrik, kendaraan pengiriman listrik, dan kereta Metro Capsule. Ketiga inovasi ini diharapkan mampu menambah beberapa inovasi transportasi yang sudah dikembangkan oleh ITB. “Fokusnya di tiga bidang teknologi yang tadi. Kita kerjasama dengan berbagai perusahaan industri,” kata Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Berkelanjutan ITB, Sigit Santosa.

Masih Melanjutkan Riset dan Pengembangan

Kendaraan yang masih berbentuk purwarupa ini masih terus dikembangkan dan diriset oleh tim yang dibentuk oleh ITB. Salah satu pengujian yang sudah dilakukan adalah dengan mencoba kereta Metro Capsule yang diuji di atas jalur sepanjang 300 meter di Subang, yang tentu saja dibangun oleh tim ITB. “Di sana diuji semua, uji sistem, uji fungsi dan macem-macem dites di sana. Dan hasilnya cukup bagus,” kata Santosa. Rencananya pembangunan Metro Capsule akan dilakukan di Kota Bandung sepanjang enam kilometer dari Stasiun Bandung, ke arah Dalem Kaum, Tegalega, dan kembali ke Stasiun Bandung.

Metro kapsul yang nantinya akan menjadi transportasi umum di bandung (foto: Kaorinusantara)

Menurut keterangan dari Santosa, produksi kendaraan listrik ini nantinya akan bekerja sama dengan industri-industri manufaktur dalam negeri maupun luar negeri seperti PT INKA, PT KAI, PT INTI, PT PINDAD, PT Lens, dan berbagai kerjasama pengembangan dengan universitas luar negeri. Ia juga menambahkan bahwa pengembangan transportasi bertenaga listrik itu merupakan upaya menghadapi revolusi industri otomotif pada 2025. Selain itu, kendaraaan listrik ini menjadi alternatif transportasi dan solusi atas permasalahan kebutuhan energi pengganti BBM dan pencemaran lingkungan. “Jadi nanti kendaraan dengan menggunakan bahan bakar kan berkurang bahkan habis diganti oleh kendaraan hibrida dan mobil listrik,” tutup Santosa.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY