General Motors Resmi Angkat Kaki dari Eropa Setelah Lepaskan Opel

General Motors Resmi Angkat Kaki dari Eropa Setelah Lepaskan Opel

327
0
BERBAGI
Chief Executive PSA Group, Carlos Tavares (foto: AFP)

General Motors (GM) akhirnya resmi mempersempit pasarnya di Eropa pasca dilepaskannya Opel ke tangan PSA Group. GM otomatis hanya akan menjual beberapa model mobil sport di segmen yang lebih sempit seperti Camaro, Corvette atau Cadillac. GM sendiri sudah lama sekali memiliki Opel, tercatat sejak tahun 1929. Awal mula lepasnya Opel diawali dengan restrukturisasi GM di tahun 2009 lalu, bahkan GM sempat akan menjual Opel ke berbagai perusahaan namun ditolak. Volkswagen dan Hyundai dan perusahaan China disebut-sebut sempat tertarik dengan Opel namun akhirnya GM memutuskan untuk melepas Opel ke PSA Group yang selama ini sudah memiliki merek Peugeot, DS, dan Citroen.

Masuknya Opel, otomatis akan membuat PSA Group menjadi raksasa kedua Eropa setelah Volkswagen, sedangkan untuk GM, lepasnya Opel adalah hal yang cukup meringankan, mengingat Opel sudah cukup lama memperberat keuangan GM. “Kami yakin tahapan ini akan membuat Opel dan Vauxhall berada dalam posisi yang lebih kuat di masa depan,” ujar CEO dan Chairman General Motors, Mary T. Barra.

Pernah Ngotot Mempertahankan Opel

Opel yang sebenarnya sudah lama menggerogoti keuangan GM ini di tahun 2012 sempat dikabarkan akan dijual oleh GM, namun waktu itu GM ngotot akan terus mempertahankan Opel dan Vauxhall tanpa berminat melepaskannya ke pihak lain. Waktu itu, Chief Marketing GM Joel Ewanick menegaskan bahwa komitmen mereka terhadap Opel dan Vauxhall sangatlah jelas dan mereka juga berkeinginan untuk menjadikan merek ini menjadi sebuah merek yang kuat.

Chairman PSA Group Carlos Tavares berjabat tangan dengan CEO GM Mary T Barra dalam jumpa pers di Paris. (Foto: the Car Connection)

Waktu itu, salah satu pertimbangan Ewanick dalam mempertahankan Opel dan Vauxhall adalah dari melihat deretan produk yang dimiliki Opel serta jaringan dealernya, sehingga GM pun menurut Ewanick masih percaya kalau di masa depan merek ini masih bisa sukses. Sayangnya, kenyataan saat ini berkata lain, karena GM harus dengan rela melepaskan salah satu anak perusahaan yang sudah lama sekali diasuh untuk memperingan beban perusahaan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY