Kredit Kendaraan Niaga Akan Dikurangi, Leasing Lebih Fokus ke Kendaraan Penumpang

Kredit Kendaraan Niaga Akan Dikurangi, Leasing Lebih Fokus ke Kendaraan Penumpang

331
0
BERBAGI
(Foto: kreditgogo)

Untuk membeli mobil, kebanyakan orang akan memilih jalan kredit daripada dengan cara tunai, begitu juga dengan para pengusaha yang membeli mobil berjenis niaga untuk memenuhi kebutuhan bisnis mereka. Sayangnya, baru saja dikabarkan bahwa sejumlah perusahaan pembiayaan atau lebih akrab dengan nama perusahaan leasing akan menurunkan porsi pembiayaan pada segmen kendaraan niaga.

Seperti pernyataan Presiden Direktur salah satu perusahaan pembiayaan di Indonesia, PT Batavia Prosperindo Finance Tbk. (BPFI), Markus Dinarto, untuk mencapai target pertumbuhan pembiayaan tahun ini, pihaknya berencana mengurangi penyaluran pembiayaan kendaraan niaga dan memacu pembiayaan pada segmen kendaraan penumpang. Menurutnya, permintaan pasar terhadap pembiayaan kendaraan niaga pada tahun ini diperkirakan belum pulih, meskipun kinerja sektor komoditas telah membaik. Markus juga menyatakan bahwa permintaan pasar terhadap pembiayaan kendaraan bekas justru menunjukkan tren kenaikan.

Turun 30%

Menanggapi keadaan ini, perusahaan pembiayaan berusaha untuk mencapai target pertumbuhan pembiayaan dengan mengubah portofolio pembiayaan. Markus menuturkan, porsi pembiayaan antara kendaraan penumpang dan kendaraan niaga yang awalnya berimbang dengan kontribusi masing-masing sebesar 50% dari total pembiayaan yang disalurkan, saat ini diturunkan hingga sebesar 30% untuk kendaraan niaga. “Sejak 2015 porsinya sudah kami turunkan menjadi sekitar 30 persen. Tahun ini porsi pembiayaan di segmen tersebut diperkirakan masih akan turun menjadi kisaran 20 persen, karena kami fokus ke mobil bekas penumpang,” ungkap Markus.

Saat ini mobil bekas kembali dilirik karena banyaknya perusahaan pembiayaan yang mau memfasilitasi kredit mobil bekas. (foto: Kabarin)

Sepanjang 2017 ini, BPFI menargetkan untuk bisa menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp 1,38 triliun. Jika ini bisa terlaksana, maka pertumbuhan yang tercapai adalah sebesar 69% jika dibandingkan dengan realisasi pembiayaan pada tahun lalu yang hanya mencapai Rp 814,9 miliar. Guna memacu pembiayaan, Markus mengungkapkan perseroan bakal memperbesar kontribusi bisnis dari segmen non-otomotif yang difokuskan untuk pembiayaan rumah. Dia menyebutkan, pada 2016 kontribusi pembiayaan rumah masih relatif kecil yaitu sekitar 4%, sedangkan di tahun 2017, porsinya akan ditingkatkan menjadi 15% dari total pembiayaan baru yang akan disalurkan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY