Toyota Indonesia Terus Tingkatkan Nilai Ekspornya

Toyota Indonesia Terus Tingkatkan Nilai Ekspornya

225
0
BERBAGI
(Foto : kabarbisnis)
Sebagai salah satu negara yang kerap menjadi tujuan ekspor dari negara lain, khususnya di bidang otomotif, Indonesia tentu saja mempunyai keinginan untuk ganti menjadi negara pengekspor. Sejauh ini, hal tersebut tentu bisa direalisasikan jika mengingat banyak fasilitas produksi yang dibangun di Indonesia dan telah memiliki standar produksi yang baik.
Sebagai salah satu pemain di industri otomotif, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatatkan hasil menggembirakan untuk ekspornya di awal tahun ini. Menurut data, TMMIN telah mengekspor sebanyak 15.400 unit kendaraan utuh atau Completely Built-Up (CBU) pada bulan Januari 2017. Ini berarti ada kenaikan ekspor yang cukup signifikan dari periode sebelumnya yang baru mencatatkan angka 8.800 unit.

Berkat Fortuner

Pencapaian yang diraih TMMIN ini salah satunya berkat peran Fortuner yang kembali menjadi tulang punggung ekspor Toyota dengan menyumbang sekitar 5.000 unit. Angka ini mungkin tidak terlalu mengejutkan, karena di tahun sebelumnya pun Fortuner berhasil meraih porsi terbesar 29 persen dari total keseluruhan ekspor CBU bermerek Toyota dari Indonesia sepanjang tahun.
Fortuner menjadi penyumbang terbesar angka ekspor TMMIN (foto : rushlane.com)
Di tempat kedua, ada Toyota Vios yang berhasil meraih angka ekspor sebesar 2.500 unit, kemudian disusul Kijang Innova 1.100 unit di tempat ketiga. MPV baru Toyota Sienta juga berperan dengan memberikan volume ekspor sebanyak 600 unit. Siasanya merupakan gabungan dari model Yaris, Avanza, Rush, TownAce/ LiteAce, dan Agya dengan total 6.200 unit.

Aneka Ekspor

TMMIN ternyata tidak mengekspor dalam skema CBU saja, karena mereka juga mengekspor kendaraan setengah jadi atau Completely Knocked Down (CKD), komponen kendaraan, alat bantu produksi di proses pengepresan (dies), dan alat bantu produksi di proses pengelasan (jigs). Selain itu, TMMIN juga mengekspor mesin bensin dan ethanol utuh tipe TR yang digunakan pada seri kendaraan IMV seperti Fortuner dan Kijang Innova, lalu measin tipe NR untuk seri kendaraan penumpang seperti Vios, Yaris dan Sienta.
Mesin Toyota Sienta Berkode 2NR-FE yang diproduksi di Karawang (Foto : Ototaiment)
Mesin Toyota Sienta Berkode 2NR-FE yang diproduksi di Karawang (Foto : Ototaiment)

Pada awal tahun, tepatnya sepanjang Januari 2017, Toyota mengekspor lebih dari 3.500 unit mobil CKD, lebih dari 8 juta buah komponen, 2.400 unit mesin utuh tipe TR berbahan bakar bensin, 700 unit mesin utuh tipe TR berbahan bakar ethanol, 6.700 unit mesin utuh tipe NR berbahan bakar bensin, dan 350 unit mesin tipe NR berbahan bakar ethanol.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY