Premium Semakin Ditinggalkan, Masyarakat Lebih Minat Beli Pertalite

Premium Semakin Ditinggalkan, Masyarakat Lebih Minat Beli Pertalite

361
0
BERBAGI
(foto : jurnalasia.com)

PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan DIY menyatakan masyarakat semakin tertarik menggunakan Pertalite berdasarkan data penjualan pada bulan Januari dan Februari 2017. Masyarakat dinilai pihak Pertamina semakin tertarik untuk menggunakan bahan bakar minyak jenis Pertalite, daripada jenis Premium. Officer Communication and Relations Pertamina Jawa Bagian Tengah, Muslim Dharmawan menyatakan, “Dengan selisih harga yang tidak terlalu besar, mereka lebih memilih menggunakan pertalite.”

Muslim mengatakan bahwa semakin tertariknya masyarakat menggunakan Pertalite tersebut terlihat dari adanya peningkatan konsumsi Pertalite. Dari data yang ada dan jika dihitung secara harian, rata-rata konsumsi Pertalite di Jateng-DIY ini pada Januari sebesar 5.423 kl/hari, sedangkan pada Februari meningkat sebesar 1,56% menjadi 5.508 kl/hari.

Selisih Banyak dengan Premium

Pada bulan Maret 2017 ini, konsumsi harian Pertalite masih belum terlalu tinggi, ada di kisaran 4.813 kl/hari. Tetapi walau begitu, angka ini membuat selisih yang sangat tinggi dibandingkan konsumsi Premium harian yang hanya 2.500 kl/hari. Konsumsi Pertalite yang meningkat ini sedikit banyak juga disebabkan oleh standar kendaraan jaman sekarang yang mengharuskan bahan mesinnya menggunakan oktan yang lebih tinggi daripada Premium.

Selisih harga yang sedikit membuat masyarakat lebih memilih untuk membeli Pertalite daripada Premium. (foto : harianjogja.com)

Muslim mengatakan, tingginya animo masyarakat menggunakan Pertalite berdampak pada semakin banyaknya SPBU yang menyediakan BBM jenis baru tersebut. Dari total SPBU di Jawa Tengah dan DIY yang mencapai 780 SPBU, hingga saat ini sudah lebih dari 55% SPBU yang menyediakan Pertalite. Dan sudah dapat ditebak, SPBU yang menyediakan Premium pun semakin sedikit. “Dari sisi bussines to bussines tentu pengusaha akan menyediakan produk yang paling banyak diminati. Meski demikian, para prinsipnya Pertamina tidak pernah berupaya untuk mengurangi kuota Premium di pasaran,” tutupnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY