Tahun 2020 Harga BBM di Seluruh Pelosok Indonesia Sama Semua

Tahun 2020 Harga BBM di Seluruh Pelosok Indonesia Sama Semua

533
0
BERBAGI
(foto: Maxmanroe)

Program penyamaan harga bahan bakar minyak (BBM) telah ditargetkan selesai pada tahun 2020 oleh Pertamina. Bulan ketiga tahun 2017 ini, Pertamina berhasil merambah sembilan daerah baru, yakni Pulau Batu (Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara), Siberut Tengah (Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat), Kepulauan Karimun Jawa (Kabupaten Jepara, Jawa Tengah), Pulau Raas (Kabupaten Sumenep, Jawa Timur), Tanjung Pengamus (Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat), Waingapu (Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur), Wangi-Wangi (Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara). Moswaren (Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat), terakhir Kecamatan Long Apari (Kabupaten Mahakam Hulu, Kalimatan Timur).

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan sejak akhir Februari 2017, warga di daerah tersebut bisa mendapatkan BBM jenis Premium seharga Rp 6.450,- / liter dan Solar Rp 5.150,- / liter atau sama dengan harga jual di Jakarta. Padahal sebelumnya warga harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan Premium yakni di kisaran Rp 8.000,- hingga Rp 15.000,- / liter dan Solar Rp 7.000,- hingga Rp 18.000,- / liter. Perjalanan Pertamina masih panjang, karena Pertamina telah menetapkan target BBM satu harga di 148 kabupaten di Indonesia. Hal itu dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 36/2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis BBM Tertentu (JBT) & Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Secara Nasional. Melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Nomor 09.K/10/DJM.O/2017, terdapat 148 Kabupaten sebagai lokasi pendistribusian BBM satu harga secara bertahap dari tahun 2017 sampai dengan 2020.

Membangun ‘Pertamini’

Usaha lain pemerintah untuk melakukan pemerataan distribusi dan harga BBM juga dilakukan dengan membangun SPBU mini di 22 lokasi yang terletak di 14 propinsi, yang ditargetkan selesai pada tahun ini juga. SPBU mini ini akan memiliki kapasitas 5 kilo liter per hari, sedangkan pada tahun 2018 akan dibangun lembaga penyalur daerah terpencil di 45 lokasi.

Semoga masalah kelangkaan dan mahalnya harga BBM di daerah bisa teratasi secepatnya. (foto: Bonepos)

Semua proyek ini ditargetkan untuk bisa selesai pada tahun 2020, sehingga program BBM satu harga bisa turut diterapkan. Pertamina juga membuka diri untuk kerjasama dengan investor lokal untuk membangun infrastruktur dan menjadi APMS (Agen Premium Minyak dan Solar) di wilayah yang telah ditetapkan. Semoga semua proyek ini benar-benar bisa selesai tepat waktu, sehingga masyarakat di pelosok Indonesia tidak lagi merasakan kelangkaan dan mahalnya bahan bakar minyak di daerahnya masing-masing.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY