Mobil Pedesaan Masih ‘Bingung’ Soal Mesin

Mobil Pedesaan Masih ‘Bingung’ Soal Mesin

664
0
BERBAGI
Toyota dan Daihatsu dianggap sebagai produsen yang cukup berpengalaman untuk memproduksi mesin dan transmisi mobil pedesaan (Foto: kompas)
Saat membahas perkembangan mobil pedesaan, kita tentu masih ingat rumor yang menyebutkan bahwa Pemerintah akan menggandeng Toyota dan Daihatsu untuk menggarap mesin dan transmisi mobil pedesaan. Meski begitu, pihak Daihatsu mengaku belum bisa bicara banyak soal proyek mobil pedesaan yang digagas Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Institut Otomotif Indonesia (IOI). Pasalnya, mereka masih menunggu prototipe dari kementerian untuk bisa melangkah lebih jauh.
Perkara mesin dan transmisi memang menjadi hal penting yang disoroti oleh Pemerintah. Meskipun bisa membuat desain dan prototipe mobil pedesaan, namun untuk urusan mesin dan transmisi, Pemerintah ingin ada campur tangan pihak yang memang kredibel di kedua bidang tersebut. Kalaupun tidak melalui campur tangan perusahaan besar macam Toyota dan Daihatsu, opsi apa yang bisa dipilih untuk melanjutkan pengembangan mobil pedesaan?

Alternatif Lain

Menurut I Made Dana Tangkas, Presiden IOI, perihal mesin menjadi salah satu masalah utama dalam pengembangan mobil pedesaan. Saat ini pihaknya mengaku hanya punya dua alternatif: Kubota dan Tri Ratna. Made juga mengatakan saat ini pihaknya tengah mencoba kerja sama dengan Viar. Adapun alternatif lain menurut Made adalah dengan mengimpor dari China dan dirakit di Indonesia. Jika sudah bisa diproduksi lokal, tentunya akan menekan biaya produksi. Sebab, powertrain memegang 20 persen distribusi produk.
Mesin masih menjadi salah satu hal yang harus segera diselesaikan (Foto: dapurpacu)
Made menjelaskan bahwa mesin yang dibutuhkan mobil pedesaan saat ini lebih menitikberatkan pada kekuatan daya laju awal (torsi) dibanding tenaga. Hal ini dikarenakan torsi jadi kunci utama untuk mobil dengan daya angkut besar (1 – 2 ton). Selain itu, mobil pedesaan juga akan dibatasi kecepatannya sekitar 60 – 70 km per jam. Sedangkan untuk pilihan penggeraknya, akan hadir dalam pilihan penggerak dua roda dan empat roda. Adanya opsi penggerak empat roda diperlukan bagi daerah yang memiliki kondisi ekstrem. misalkan rute menanjak, berbatu dan jalanan becek.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY