Taksi Online Bakal Diberi Tanda Khusus

Taksi Online Bakal Diberi Tanda Khusus

296
0
BERBAGI
Stiker untuk menandai taksi online (Foto: Kompas)

Sebagai moda transportasi alternatif, perkembangan taksi online cukup pesat saat ini. Gonjang-ganjing keberadaannya juga terus menuai pro dan kontra hingga saat ini. Selain penolakan yang kerap diserukan oleh entitas transportasi umum lainnya karena dianggap mengambil lahan mereka, taksi online juga dinilai tidak memiliki izin resmi untuk beroperasi.

Akhir tahun 2016 lalu Pemerintah juga telah mengeluarkan peraturan yang melarang kendaraan dibawah 1.300 cc untuk digunakan sebagai taksi online. Peraturan ini akhirnya direvisi pada bulan Februari lalu karena giliran para penggiat taksi online yang melakukan protes pada peraturan yang dianggap memberatkan ini. Seperti kita ketahui, mobil jenis LCGC yang mesinnya berkubikasi maksimal 1.200 cc menjadi primadona para pengemudi taksi online. Pelarangan beroperasi baginya tentu dianggap memberatkan. Meski akhirnya direvisi, namun Pemerintah menetapkan beberapa ketentuan terkait taksi online.

Tanda Khusus

Sebagai tindak lanjut dari revisi Peraturan Menteri (PM) Nomor 32 yang kini menurunkan syarat batas kubikasinya menjadi minimal 1.000 cc, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melakukan uji publik tentang taksi online di Makassar, Jumat (10/3/2017). Uji publik ni merupakan kali kedua setelah sebelumnya dilakukan di Jakarta pertengahan Februari lalu. Pada kesempatan tersebut, Kemenhub menyebutkan bahwa taksi online sesaat lagi akan diberi tanda khusus (stiker) sebagai pembeda dari transportasi konvensional lainnya.

Taksi online masuk kategori angkutan sewa khusus (Foto: Indonesia daily news)

Pemberian stiker ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat untuk mengenali taksi online yang selama ini merupakan kendaraan pribadi yang ditaksikan, alias tanpa plat kuning. Stiker yang diberikan terdiri dari dua warna, yakni putih dan biru serta bertuliskan huruf “T” yang berarti transportasi. Ada juga simbol sinyal yang menunjukkan bahwa kendaraan tersebut berbasis aplikasi. Selain itu, saat ini taksi online disebut bukan lagi masuk dalam kategori angkutan umum, tapi angkutan sewa khusus.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY