Mazda Naikkan Target Penjualan Tahun ini Menjadi 7.000 Unit

Mazda Naikkan Target Penjualan Tahun ini Menjadi 7.000 Unit

355
0
BERBAGI
EMI meluncurkan 5 mobil baru Mazda ke Indonesia (Foto: Kumparan)

Penjualan mobil Mazda selama tahun 2017 di Indonesia mengalami penurunan yang cukup tajam jika dibandingkan dengan penjualan tahun 2015. Sepanjang tahun 2016, Mazda hanya berhasil terjual sebanyak 5.100 unit, padahal di tahun 2015 Mazda Indonesia berhasil menjual 8.248 unit mobil. Hal ini sebenarnya bisa dimaklumi karena tahun lalu merupakan masa transisi operasional bisnis Mazda di Indonesia, dari tangan PT Mazda Motor Indonesia (MMI) kepada PT Eurokars Motor Indonesia (EMI). Eurokars sendiri merupakan salah satu perusahaan dealer yang memasarkan sejumlah merek. Selain di Indonesia, perusahaan itu juga memiliki jaringan penjualan Mazda di sejumlah negara, antara lain Singapura dan Australia.

Menanggapi hal itu, Roy Arman Arfandy sebagai Presiden Direktur PT Eurokars Motor Indonesia pemegang merk Mazda di Indonesia saat ini mengatakan, “Tahun lalu penjualan total Mazda sekitar 5.100 unit dan tahun ini kami yakin akan lebih baik.” Roy menargetkan tahun ini penjualan total Mazda di pasar domestik bisa mencapai 6.000 unit hingga 7.000 unit. “Kami optimistis target itu bisa tercapai dengan banyak varian produk yang kami hadirkan,” ujarnya.

Stop Jualan “Ertiga”

Kenaikan target penjualan yang telah ditetapkan oleh Eurokars untuk merek Mazda diimbangi dengan masuknya beberapa varian baru Mazda ke Indonesia. Selain itu, ada juga pengurangan produk Mazda yang memang kurang laku, yaitu Mazda VX-1. Seperti yang kita tahu, VX-1 ini merupakan versi ‘rebadged‘ dari MPV Suzuki Ertiga. Saat ini VX-1┬átidak dijual lagi oleh Eurokars. Hal itu disampaikan oleh Product Planning Expert Eurokars Motor Indonesia, Bonar Pakpahan, “Kalau VX-1, di manajemen baru kami memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi.”

Mazda VX-1 Facelift (foto: India Autos Blog)

Sales, Marketing & Public Relation Director Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio menambahkan, alasan kembaran Ertiga tidak dilanjutkan adalah karena performa penjualannya.┬áMenurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), VX-1 pada 2016 lalu hanya terjual sebanyak 27 unit, dari total penjualan 5.107 unit. “Karena volume juga. Jadi manajemen baru memutuskan untuk tidak melanjutkan penjualan VX-1. Tapi untuk purnajual VX-1 masih tetap jalan terus,” tutup Bonar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY