Tak Cukup Dengan Daya Kuda, Nissan Perkenalkan Daya Unta!

956
0
BERBAGI

Selama ini, kita biasa menggunakan satuan ‘Horse Power’ (Daya Kuda / Tenaga Kuda) saat membicarakan tenaga yang mampu dihasilkan oleh sebuah mesin. Secara sederhana, bisa dikatakan juga bahwa Horse Power adalah kemampuan untuk mengusung sebuah beban dalam jangka waktu tertentu.

Selain Horse Power (HP), kita juga kerap menjumpai satuan tenaga lain macam Pferdestarke (PS), Kilo Watt (KW), Brake Horse Power (BHP) dan Paarden Kracht (PK). Meski berbeda-beda, namun pada intinya semua satuan tersebut memberikan gambaran bagi kita mengenai seberapa besar daya yang mampu dikeluarkan oleh sebuah mesin. Lantas, sudah cukupkah semua satuan itu memberikan gambaran performa yang jelas bagi kita?

Nissan dan Satuan Barunya

Bagi para insinyur Nissan, satuan tenaga kuda dan sebagainya itu masih belum cukup, karena ada beberapa medan yang membuat pengukuran dengan satuan HP masih kurang realistis. Oleh karenanya, Nissan Timur Tengah mencoba untuk memperkenalkan satuan tenaga baru yang sesuai dengan ‘habitat’ di Timur Tengah: Desert Camel Power (DCP) alias Daya Unta!

Presentasi satuan DCP (Foto: carmagram)

Mungkin terdengar aneh atau lucu, namun ternyata Nissan serius akan hal ini. Menurut mereka, satuan DCP diyakini dapat mengukur performa mesin lebih realistis dalam kondisi off-road yang cukup ekstrim. Metode satuan Daya Unta ini muncul sebagai solusi atas beragam diskusi mengenai cara mengukur performa off-road sebuah kendaraan di kawasan yang spesifik seperti di Timur Tengah. Secara ekstrem, salah seorang insinyur Nissan bahkan memberi contoh dengan Nissan GT-R yang disebut memiliki tenaga kuda besar namun melempem di gurun pasir.

Tak sekedar daya kuda, namun daya unta! (Foto: NIssan)

Nissan mengatakan bahwa satuan Horse Power saja tidak cukup untuk mengetahui apakah sebuah kendaraan bisa menunjukkan performa yang prima pada kondisi gurun yang berpasir (meskipun saat berada di jalan normal tenaganya besar). Satuan Desert Camel Power memang bukan bualan, karena dapat diperhitungkan secara ilmiah. Nissan berharap bahwa metode ini bisa digunakan untuk memberikan pengukuran yang tepat bagi kendaraan yang beroperasi di daerah dengan kondisi jalan ekstrem seperti gurun pasir.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY