Mitsubishi dan Nissan Kerjasama Bikin Pick-Up Untuk Pasar Asia Tenggara

Mitsubishi dan Nissan Kerjasama Bikin Pick-Up Untuk Pasar Asia Tenggara

518
0
BERBAGI
Nissan dan Mitsubishi akan kembangkan pick up khusus pasar ASEAN (Foto: contracthireandleasing)

Pasca diakuisisi oleh Nissan, Mitsubishi diketahui mulai terlibat dalam pengembangan sejumlah kendaraan baru bersama Nissan. Sejauh ini, kita sudah mengetahui salah satu rencana kedua perusahaan ini untuk mengembangkan model MPV baru dari konsep Mitsubishi XM Concept yang telah diperkenalkan pada ajang GIIAS 2016 lalu.

Tak berhenti di situ, kedua pabrikan asal Jepang ini dikabarkan bakal berkolaborasi membuat pick-up anyar. Bahkan, Mitsubishi disebut sedang menjalani proses studi untuk menggabungkan fasilitas produksi kendaraan pick-up yang bakal diproduksi di kawasan Asia Tenggara. Melalui penggabungan ini, kedua perusahaan disebut akan melepas pick-up baru untuk menggeser posisi Mitsubishi Triton dan Nissan Navara.

Proyek Jangka Panjang

Besar kemungkinan Nissan Navara dan Mitsubishi Triton tidak akan mengalami penggantian sebelum tahun 2022. Ini berarti keputusan untuk melakukan pengembangan dan produksi bersama nampaknya baru akan diresmikan dua tahun lagi, atau bahkan lebih. Menurut salah seorang petinggi Mitsubishi, teknologi 4×4 dan biaya produksi pick-up Mitsubishi yang lebih baik dari Nissan menjadi faktor penting yang mendasari kolaborasi ini.

Aliansi Nissan – Mitsubishi (Foto: kapital-rus)

Sebelum penggabungan fasilitas keduanya, saat ini masing-masing masih memproduksi kendaraan penumpang dan pick-upnya di Thailand. Saat kerjasama resmi dimulai, kabarnya Mitsubishi akan fokus pada pengembangan model pick-up, sedangkan Nissan bertugas mengurus produk SUV dan kendaraan penumpang lainnya. Sejumlah negara lain yang memiliki fasilitas produksi Nissan dan Mitsubishi macam Filipina atau Indonesia juga disebut bakal mengadopsi strategi yang sama, walaupun memang khusus pick-up produksinya akan dipusatkan di Thailand karena berhasil menyumbang penjualan hingga 40 persen.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY