Mitsubishi Tunda Re-Desain Outlander Karena Nissan

Mitsubishi Tunda Re-Desain Outlander Karena Nissan

403
0
BERBAGI
Mitsubishi Outlander (Foto: Carscoops)

Sejak sebagain besar sahamnya diakuisisi oleh Nissan akibat skandal pemalsuan data konsumsi bahan bakar yang dilakukan oleh Mitsubishi, banyak wacana mengenai pengembangan mobil yang akan dilakukan kedua perusahaan tersebut secara bersamaan. Selain model MPV baru berbasis Mitsubishi XM Concept, kabarnya kedua perusahaan ini juga tertarik untuk mengembangkan pick-up baru untuk pasar Asia Tenggara.

Namun di luar itu semua, kongsi kedua pabrikan asal Jepang ini ternyata juga membuat beberapa hal yang sudah direncanakan sebelumnya jadi tertunda. Hal ini bisa dipahami, karena kerjasama kedua belah pihak baru seumur jagung. Baru-baru ini, Mitsubishi dikabarkan terpaksa menunda salah satu proyeknya gara-gara kerjasama ini.

Outlander dan Outlander Sport Istirahat Dulu

Dua model mobil andalan Mitsubishi untuk pasar Amerika, Outlander dan Outlander Sport menjadi contoh model yang terpaksa ditunda kehadirannya. Padahal, Mitsubishi sudah punya rencana untuk melakukan re-desain bagi kedua mobil ini karena banyak diminati. Outlander terbaru awalnya dijadwalkan bisa hadir di pasar pada tahun 2019 atau awal 2020, sedangkan Outlander Sport pada tahun 2020.

Nissan Rogue Sport (dikenal juuga sebagai X-Trail di Indonesia) (Foto: Nissan)

Penundaan re-desain ini dkarenakan para engineer sedang berupaya mencari cara untuk bisa berbagi komponen dengan kendaraan Nissan. Kedua mobil ini kabarnya akan diproyeksikan untuk berbagi komponen dan arsitektur dengan Nissan Rogue dan Rogue Sport. Tujuannya, Nissan dan Mitsubishi ingin meng-commonize basis kendaraan dan komponen yang tidak terlihat konsumen, sehingga ongkos produksi bisa ditekan. Meski begitu, masing-masing produk akan tetap mempertahankan identitas luar yang berbeda walaupun komponen dan arsitekturnya sama.

Carlos Ghosn (kiri) dan CEO Mitsubishi saat konferensi pers pembelian saham Mitsubishi oleh Nissan (Foto: Autos.Winniefreepress)

Penghematan ongkos produksi ini memang sudah menjadi rencana Carlos Ghosn saat mengumumkan pengambilalihan Mitsubishi oleh Nissan. Kala itu, Ghosn mengatakan ingin bisa berhemat sampai 49 miliar yen atau Rp 5,79 triliun di tahun fiskal 2017 dengan cara bersama-sama melakukan kegiatan manufaktur, berbagi produk, berkombinasi untuk urusan belanja dan cara lain yang bisa menekan biaya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY