Dituduh Curang dalam Tes Emisi, Pengadilan Perancis Mulai Penyelidikan Terhadap FIAT

Dituduh Curang dalam Tes Emisi, Pengadilan Perancis Mulai Penyelidikan Terhadap FIAT

260
0
BERBAGI
Fiat Chrysler Automobiles (foto: aolcdn)

Perusahaan gabungan antara FIAT dan Chrysler belakangan ini sedang tertimpa masalah berat karena mereka dituduh memanipulasi hasil uji emisi gas buang mesin dieselnya. Hal ini membuat FIAT masuk ke dalam masalah serius karena mendapat beberapa tuntutan hukum, salah satunya di Perancis.

Pengadilan di Perancis saat ini akan membuka penyelidikan terhadap produsen mobil FIAT Chrysler atas dugaan kecurangan dalam tes emisi diesel. Penyelidikan itu adalah tindak lanjut atas rekomendasi dari kantor anti penipuan Perancis dan akan dilakukan oleh pengadilan kesehatan masyarakat setempat, kata mereka. Sebelumnya, Perancis telah menyelidiki Volkswagen dan Renault atas skandal perangkat uji emisi yang membuat kendaraan terpantau mengeluarkan polusi lebih sedikit dari yang sebenarnya.

Dituntut di Lima Negara

Perusahaan hasil join venture antara pabrikan asal Italia dan Amerika Serikat ini adalah satu dari 10 produsen mobil kelas satu di dunia, namun mereka dituduh mencurangi kadar emisi di Amerika Serikat. Bulan Januari 2017 lalu, otoritas perlindungan hukum di Amerika Serikat menuduh FIAT telah secara ilegal menggunakan software untuk memanipulasi tingkat emisi mesin diesel yang digunakan pada 104.000 truk dan SUV-nya. Di bulan yang sama, merk asal Italia itu juga membantah tudingan tersebut dan mengatakan tidak menggunakan atau mencoba software yang bisa memanipulasi tingkat emisi diesel.

Bos FCA, Sergio Marchionne, keberatan (foto: thedrive)

Badan Perlindungan Lingkungan AS mengatakan perangkat lunak yang tidak diungkapkan pada 2014-2016 untuk Grand Cherokee dan truk Dodge Ram 1500 telah dijual di AS dan memungkinkan kendaraan itu memancarkan nitrogen monoksida lebih dari yang diizinkan. FIAT kini menghadapi setidaknya sembilan tuntutan hukum sipil di lima negara terkait dengan masalah emisi ini. Pada 30 Maret mendatang, akan diputuskan apakah peradilan kasus ini dilakukan oleh hakim tunggal atau tidak.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY