Mau Masuk Pasar Low MPV Indonesia, Pengamat Otomotif Bilang Wuling Nekat

Mau Masuk Pasar Low MPV Indonesia, Pengamat Otomotif Bilang Wuling Nekat

597
0
BERBAGI
Penampakan salah satu model Wuling dengan kamuflase yang tengah diuji coba (Foto: Indonesiaautosblog)

Pabrikan mobil asal Cina yang baru saja menginjakkan kaki di Indonesia dan sedang berusaha membangun pabrik dan infrastrukturnya untuk berperang di pasar mobil Indonesia, Wuling, tampaknya masih mendapat sorotan dari berbagai kalangan, termasuk pengamat otomoif Indonesia. Langkah Wuling untuk memasarkan kendaraan berjenis low MPV pada semester kedua 2017 di Indonesia ini dinilai nekat oleh para pengamat otomotif Indonesia. Pernyataan ini tentu saja beralasan, karena mau tidak mau Wuling akan bersaing dengan merek-merek legendaris yang sudah menguasai dan memahami pasar mobil Indonesia.

Salah satu pengamat otomotif Indonesia yang berasal dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus menyatakan bahwa Wuling sebaiknya jangan mengikuti jejak produsen mobil India, Tata Motors, yang kesulitan bersaing dengan merek-merek Jepang di Indonesia. “Saya senang dengan masuknya Wuling, karena itu nekat. Belajar dari Tata bagaimana. Jangan mengulangi kesalahan Tata, jangan coba head-to-head dengan raksasa,” kata Yannes Martinus. Menurut rencana, Wuling akan menjual Hongguang untuk bersaing dengan sederet mobil di segmen low MPV antara lain Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia hingga Honda Mobilio.

Bisa Menambah Pilihan Konsumen

Walau dinilai nekat karena akan bersaing dengan raksasa-raksasa otomotif lain, Yannes menilai bahwa masih ada peluang untuk Wuling di antara kerasnya pasar otomotif Indonesia. Walau masih menjadi pertanyaan besar, paling tidak Yannes menyebutkan ada satu nilai plus bagi konsumen, yaitu konsumen akan memiliki semakin banyak pilihan. “Tapi konsumen yang diuntungkan karena memiliki banyak pilihan,” cetus Yannes.

Wuling Hongguang (foto : carmudi.com)

Yannes memang pesimis Wuling bisa mengalahkan pabrikan Jepang yang sudah melekat dengan masyarakat Indonesia. Selain itu, produk otomotif asal Cina di Indonesia belum menunjukkan mutu yang lebih baik dibandingkan produk asal Jepang. “Mengalahkan enggak, mendekati juga enggak,” ujar Yannes. Selain itu, masyarakat yang akan membeli Wuling juga tergantung dari respons kelompok pembeli pertama yang sudah merasakan keunggulan dan kelemahan mobil itu.”Generasi sekarang lebih cerdas mengamati, tidak sekedar dari merek tapi komunitas. Mereka akan menunggu generasi pertama membeli Wuling,” tutup Yannes.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY