Kemenhub Beri Toleransi 3 Bulan Untuk Taksi Online Menyesuaikan Peraturan Baru

Kemenhub Beri Toleransi 3 Bulan Untuk Taksi Online Menyesuaikan Peraturan Baru

325
0
BERBAGI
Kemenhub beri tenggang waktu tiga bulan bari taksi online untuk menyesuaikan diri (Foto: The Guardian)

Mulai tanggal 1 April 2017, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mulai memberlakukan penerapan revisi Peraturan Menteri (PM) No. 32 Tahun 2016 mengenai taksi online. Untuk itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kembali memberikan sosialisasi terkait hal ini di Semarang, Jawa Tengah.

Dalam sosialisasi tersebut, Budi juga membahas masalah toleransi waktu yang diminta para penyedia layanan transportasi online macam Grab, Go-Jek dan Uber. Menurut Budi, Kemenhub akan memberi waktu tiga bulan bagi para provider itu untuk masa transisi terhadap poin-poin revisi PM No. 32.

Sanksi Berjalan Setelah Tiga Bulan

Menurut Budi, tenggang waktu tiga bulan yang diberikan Kemenhub sekaligus menjawab permohonan para provider taksi online yang sebelum ini memohon perpanjangan waktu untuk masa transisi atau masa toleransi sembilan bulan sejak revisi PM No. 32 diberlakukan.

11 poin revisi PM 32 yang harus dipatuhi provider dan pengemudi taksi online (Foto: Koran Sindo)

Selama masa transisi itu, Kemenhub menjamin tidak akan ada penindakan hukum bagi transportasi online yang melanggar poin-poin revisi PM No. 32, baik dari pihak Kepolisian maupun Dinas Perhubungan. Sanksi atau tindakan baru akan diterapkan setelah tenggang waktu tiga bulan berakhir, dengan menyasar provider maupun pengemudi taksi online yang tidak mengindahkan aturan baru. Sanksi yang dikenakan beragam, bisa berupa suspend ID pengemudi hingga pemblokiran aplikasi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY