Benarkah Pemerintah Berencana Hentikan Program Mobil LCGC?

Benarkah Pemerintah Berencana Hentikan Program Mobil LCGC?

763
0
BERBAGI
Mobil LCGC akan digantikan mobil LCE? (Foto: Dapur Pacu)

Adanya program Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau (KBH2) yang dicetuskan Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 memang boleh dibilang berhasil membuat industri otomotif dalam negeri bergeliat. Segmen yang juga akrab disebut sebagai Low Cost Green Car (LCGC) ini sukses melahirkan banyak model kendaraan baru yang cukup diminati masyarakat.

Selain itu, kendaraan jenis LCGC mendapat insentif pembebasan PPnBM 10 persen buat setiap produk yang mampu memenuhi standar konsumsi bahan bakar 20 km per liter. Adanya ketentuan bahwa model LCGC wajib dirakit di Indonesia dengan tingkat kandungan lokal minimal 80 persen juga dinilai bagus bagi pertumbuhan industri otomotif dalam negeri. Namun sebuah kabar baru menguak, mobil LCGC akan segera dihentikan! Wah, ada apa ya?

Berhenti 2019

 

Penghentian program mobil LCGC ini disebut akan mulai berlaku pada tahun 2019. Meski begitu, program ini tak serta-merta berhenti begitu saja, karena Pemerintah disebut akan menggantinya dengan program Low Carbon Emission (LCE). Tak seperti LCGC, program mobil LCE lebih berfokus untuk memajukan teknologi baru, bukan menggunakan mesin konvensional seperti di program LCGC.

Mobil Hybrid karya LIPI (Foto: otomotifnet)

Program LCE sebenarnya masih menjadi bagian dalam regulasi PP 41 tahun 2013, dimana Pemerintah memberikan fasilitas penurunan PPnBM (Pajak Penambahan Nilai atas Barang Mewah) untuk kendaraan yang menggunakan teknologi, seperti hybrid, gas, dan lain-lain. Insentif yang diberikan Pemerintah untuk program LCE berupa diskon PPnBM mulai dari 25 persen hingga 75 persen, tergantung seberapa irit angka konsumsi bahan bakar yang bisa diraih, antara 20 – 28 km per liter.

 

Sedang Dikaji

Program LCE saat ini tengah dikaji oleh Pemerintah. pengkajian saat ini juga tengah dilakukan pihak pemerintah sebelum nanti diumumkan. Menurut Yan Sibarang, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Peridustrian, investor akan tertarik untuk meramaikan program LCE jika melihat ada prospek di situ, termasuk dengan insentif yang diberikan Pemerintah.
Daihatsu Sigra, salah satu mobil di segmen LCGC (Foto : Daihatsu Jakarta)
Nantinya jika program LCE jadi digulirkan, maka mobil-mobil yang saat ini berada di segmen LCGC akan tetap dipasarkan, namun beban PPnBM 10 persen yang semula dibebaskan harus kembali dibayarkan. Ini berarti harga mobil-mobil ‘murah’ ini bakal semakin mahal. Padahal, saat ini saja harga mobil LCGC sudah bisa dibilang tidak murah lagi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY