Mercedes-Benz Dituntut Perusahaan Otomotif China Gara-Gara Merek

Mercedes-Benz Dituntut Perusahaan Otomotif China Gara-Gara Merek

430
0
BERBAGI
Mercedes-Benz EQ (Foto: motorauthority)

Jika selama ini kita kerap menemui berita yang mengabarkan keberatan dari para produsen otomotif dunia karena model mobil mereka ditiru habis-habisan oleh produsen mobil dari China, maka kali ini situasi itu berbalik. Salah satu pabrikan otomotif asal China, Chery, menyatakan keberatannya pada Mercedes-Benz gara-gara mobil listrik dan melayangkan tuntutan melalui Trademark Office State Administration for Industry and Commerce of the People’s Republic of China (SAIC).

Keberatan yang dikemukakan Chery terkait dengan penggunaan submerek ‘EQ’ pada mobil listrik lansiran Mercedes-Benz. Bukan tanpa alasan jika Chery mempermasalahkan hal ini, karena perusahaan tersebut telah menggunakan submerek ‘eQ’ pada mobil listrik dua pintu yang dirilis dua tahun yang lalu. Melalui tuntutan ini, Mercedes-Benz dipastikan bakal kesulitan untuk masuk pasar China dengan mobil listriknya itu.

EQ dan eQ

Mercedes-Benz pertama kali menggunakan submerek EQ pada ajang Paris Auto Show tahun 2016 yang diperuntukkan bagi kendaraan listrik mereka. Setelah itu, nama EQ Power+ mulai digunakan pada mobil Formula One musim 2017 dan Mercedes-AMG GT konsep yang menggunakan mesin hybrid. Jika Mercedes-Benz akan menjual mobil listriknya di Negeri Tirai Bambu, maka wajar saja jika Chery kebakaran jenggot dan merasa haknya menggunakan nama eQ terlanggar.

Chery EQ (Foto: Chery)

Selain itu, submerek EQ bagi kedua perusahaan tersebut ditempatkan di bidang yang sama, yakni mobil listrik. Pihak Mercedes-Benz sendiri melalui juru bicaranya mengaku telah memberikan pengajuan berkas merek dagang `EQ` ke otoritas terkait. Masih belum diketahui bagaimana kelanjutan dari permasalahan ini, namun Mercedes-Benz memastikan akan memulai produksi mobil listrik ini pada tahun 2020 dengan China sebagai salah satu negara tujuan pemasarannya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY