Walau Terjadi Kecelakaan, Proyek Mobil Otonom Uber Tetap Jalan

Walau Terjadi Kecelakaan, Proyek Mobil Otonom Uber Tetap Jalan

338
0
BERBAGI
Sejumlah kendaraan Uber dalam peluncuran di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, 13 September 2016. Uber meluncurkan layanan taksi dengan sistem kendaraan otonom dan langsung diuji coba di Pittsburgh. (foto: REUTERS)

Berita tentang kecelakaan yang dialami oleh mobil otonom milik Uber di kota Tempe, Arizona, Amerika Serikat mencuat di berbagai media otomotif dunia. Akibat kecelakaan ini, pihak Uber diberitakan menghentikan sementara uji coba mobil otonom tersebut sambil menunggu hasil investigasi dari pihak yang berwenang. Setelah mendapat penyelidikan singkat dan dinyatakan aman untuk melanjutkan uji kendaraan di tiga kota yaitu Tempe, San Fransisco dan Pittsburgh, Uber Technology Inc kembali menguji mobil otonom di jalan raya pada Senin, 27 Maret 2017.

Kecelakaan yang dialami mobil otonom Uber Jumat pekan lalu kabarnya disebabkan karena mobil gagal melakukan pengereman saat mobil berbelok. Mobil Uber berada dalam mode autonomous saat kecelakaan itu. “Kendaraan bertabrakan, menyebabkan kendaraan otonom berguling ke samping. Tak ada yang cedera serius,” kata juru bicara kepolisian Tempe, Josie Montenegro. dalam sebuah surat elektronik.

Berisi 2 Orang Teknisi

Saat melakukan pengujian kendaraan otonom, Uber mewajibkan agar ada dua orang teknisi yang ikut. Satu orang menjaga kemudi, dan satu orang lagi bertugas untuk mencatat. Di kendaraan berjenis SUV keluaran Volvo tersebut seorang pengemudi dan insinyur berada di kursi depan, sementara kursi belakang kosong. Laporan lengkap polisi terkait kejadian diperkirakan keluar pada pertengahan pekan ini, kata Detektif Lily Duran dari Departemen Kepolisian Tempe.

Dua orang teknisi berada di dalam mobil Ford Fusion tanpa sopir milik Uber saat peluncuran di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, 13 September 2016. Dalam masa uji coba, dua teknisi akan turut naik ke dalam kendaraan, satu untuk menjaga kemudi jika terjadi hal tidak diinginkan dan satu lagi bertugas mencatat. (foto: REUTERS)

Para ahli kendaraan otonom mengatakan kecelakaan yang melibatkan mobil tersebut memang bisa terjadi namun seiring berkembangnya teknologi, autonomous juga akan meningkatkan keselamatan semua orang di jalan raya. Program mobil otonomous Uber sebelumnya sempat mengalami kontroversi. Bulan Desember lalu, Uber memindahkan mobil-mobilnya dari San Fransisco ke Arizona setelah mengalami kebuntuan dengan Departemen Kendaraan Bermotor California. Perusahaan itu juga menghadapi gugatan dari unit kendaraan otonom milik Alphabet Inc, Waymo, yang menuduh Uber mencuri rancangan teknologi penting bernama Lidar, namun Uber langsung membantahnya dengan mengatakan bahwa klaim Waymo salah.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY