Sudah Ada 16 Korban Jiwa Akibat Airbag Takata di Mobil Toyota yang...

Sudah Ada 16 Korban Jiwa Akibat Airbag Takata di Mobil Toyota yang Meletus Tiba-Tiba

367
0
BERBAGI
Mantan Kepala Eksekutif Takata, Shigehisa Takada. (foto: Yahoo)

Sudah berbulan belakangan ini perangkat airbag buatan Takata yang digunakan oleh kebanyakan merk mobil dari Jepang mengalami cacat produksi yang berpotensi membahayakan para pengguna mobil itu sendiri. Akibat kesalahan dari produk Takata tersebut, perangkat ini bisa tiba-tiba mengembang dan meletus sehingga melukai pengemudi. Reuters mengatakan bahwa di Amerika Serikat, insiden akibat airbag ini sudah menelan 16 korban jiwa. Peneliti dari lembaga transportasi dunia menyebut airbag inflator (komponen peniup airbag) buatan Takata mengandung amonium nitrat tanpa dilengkapi dengan partikel pengering, sehingga kondisi ini bisa memicu ledakan dalam badan airbag, terutama jika kabin kendaraan terlalu panas. Dalam keadaan normal, komponen itu seharusnya hanya mengembang jika kendaraan mengalami benturan keras. Sebanyak 100 juta kendaraan dari berbagai merek pun sudah ditarik lantaran kasus ini.

Akibat kasus ini, Takata terpaksa membayar denda 1 miliar Dolar Amerika (sekitar Rp 13,4 triliun) di Amerika Serikat. Jaksa Barbara McQuade mengatakan pemasok produk keselamatan seharusnya menempatkan kepentingan konsumen di atas keuntungan. “Jika mereka memilih sebaliknya, kami meminta pertanggungjawaban individu dan badan usaha,” kata MqQuade. Dari total denda, pemerintah Amerika Serikat hanya akan menerima 25 juta Dolar Amerika, selebihnya untuk kompensasi bagi produsen kendaraan dan para korban kecelakaan akibat ledakan airbag buatan Takata. Jaksa juga mendakwa tiga mantan petinggi Takata karena menyembunyikan fakta soal airbag yang bermasalah ini sejak tahun 2000.

Toyota Kembali Recall Kendaraannya

Akibat kerusakan airbag ini, maka mobil yang menggunakan perangkat Takata ini mau tidak mau harus melakukan recall untuk perbaikan dan penggantian airbag ini. Salah satu pabrikan yang sudah melakukan banyak recall terhadap kendaraannya adalah Toyota. Saat ini Toyota Motor Corporation kembali mengumumkan penarikan 2,9 juta unit mobil di Jepang, Cina, Timur Tengah, dan Oseania. Kali ini, Toyota menarik beberapa model terlaris, antara lain sedan Corolla Axio, minibus Noah, Fielder, dan SUV RAV4. Selain Toyota, ada dua produsen lain yang melakukan recall, yakni Subaru dan Hino Motors yang menarik 240 ribu unit kendaraan di Jepang.

Mantan Chief Executive Officer (CEO) Takata Shigehisa Takada saat mengumumkan pengunduran dirinya beberapa waktu lalu (Foto: USnews)

Bulan lalu, Toyota sudah menarik 29 juta unit mobil buatannya yang dipasarkan di Amerika Serikat. Adapun di Selandia Baru, ada 6.000 unit yang terkena recall, antara lain Toyota Corolla dan Yaris keluaran 2009. Di negara itu, ledakan airbag bahkan memuntahkan pecahan logam yang bisa menyebabkan pemakai mobil terluka parah. Menanggapi hal ini, manajemen Takata pun mengakuinya dan menyatakan bersalah atas kecelakaan yang terjadi. Kepala Eksekutif Takata, Shigehisa Takada yang saat ini sudah mengundurkan diri dari Takata Incorporated mengatakan, denda yang mereka terima merupakan langkah maju.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY