Untuk Meningkatkan Kenyamanan Penumpang, Angkot di Jakarta Akan Dipasangi AC

Untuk Meningkatkan Kenyamanan Penumpang, Angkot di Jakarta Akan Dipasangi AC

283
0
BERBAGI
Angkot KWK (foto: Kompas)

Jakarta terkenal dengan kemacetan jalannya yang tidak manusiawi. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi kemacetan tersebut adalah dengan mempersuasi warga Jakarta agar mau menggunakan transportasi umum, dan tidak mengeluarkan kendaraan sendiri. Cara ini seharusnya bisa efektif mengurangi beban kendaraan di jalanan ibukota. Sayangnya, selama ini sistem angkutan umum di Indonesia juga terkenal dengan keburukannya, oleh karena itu Pemda DKI mencoba memperbaiki dengan meningkatkan rasa nyaman para pengguna fasilitas angkutan umum.

Hari ini, Koperasi Wahana Kalpika (KWK) selaku operator angkutan perkotaan (angkot) di Jakarta resmi bekerja sama dengan PT Transjakarta, dan angkot di bawah naungan KWK menjadi feeder angkutan yang bisa dinikmati secara gratis. Syaratnya, penumpang membeli kartu Sahabat KWK seharga Rp 15.000 yang bisa digunakan sebulan.

Angkot Akan Dipasangi AC

Dengan adanya kerjasama ini, Petugas Pelaksana Gubernur DKI Jakarta Sumarsono berjanji akan meningkatkan layanan fasilitas angkutan kota atau angkot setelah terintegrasi dengan Trasjakarta. “Tentu penumpang akan diuntungkan dengan fasilitas yang baik. Nanti akan ada AC di angkot,” ujarnya. Dia mengatakan, ke depan angkot di Jakarta yang terintegrasi dengan Transjakarta akan dilakukan peremajaan, karena untuk melayani pelanggan, angkot harus sesuai standar. “Pokoknya nanti penumpang akan dimanjakan, nyaman dan tentunya aman,” paparnya.

Bus baru, logo baru, dan warna baru untuk transjakarta (foto: Tribunnews)

Sumarsono mengklaim kerja sama tersebut menguntungkan semua pihak. Dia mengatakan rerata per hari pemilik angkot memeroleh uang setoran dari sopir mencapai Rp 150.000 – Rp 180.000. “Dengan kerja sama ini pemilik angkot punya selisih lebih karena dapat Rp 206.060 dari Transjakarta. Belum lagi di luar jam yang sudah dikerjasamakan, sopir bisa memungut tarif biasa,” ujarnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY