Standar Emisi Euro 4 akan Segera Diberlakukan di Indonesia

Standar Emisi Euro 4 akan Segera Diberlakukan di Indonesia

376
0
BERBAGI
(sumber: motorcycle life)

Setelah melalui berbagai macam perundingan, wacana perubahan standar emisi di Indonesia dari Euro 2 menjadi Euro 4 akhirnya menemui kepastian. Hal tersebut diberlakukan melalui kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan Peraturan Menteri (PERMEN) LHK No.p.20/MENLHK/SETJEN/KUM. 1/3/2017, tentang baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe Euro 4. Peraturan tersebut telah disetujui dan ditandatangni oleh Menteri Perekonomian dan telah dicanangkan pada 10 Maret 2017.

Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan LHK, M. R Karliansyah, desakan untuk segera memberlakukan standar Euro 4 ini malah berasal dari para pelaku industri otomotif. Selama ini para pelaku industri otomotif kerepotan memproduksi produk yang sama, namun dengan dua spesifikasi, Euro 2 untuk dalam negeri, dan Euro 4 untuk di impor, jadi dengan adanya peraturan ini, maka proses produksi menjadi lebih efisien. “Ini sangat tidak efisien, oleh karena itu mereka sejak tahun 2013 sudah mendesak kami segera ditetapkan. Tapi sekali lagi kita melihat kesiapan semua pihak, bagaimana kesiapan kemenhub, BPT, untuk menyiapkan lab uji emisi, bagaimana kesiapan Menteri ESDM dan Pertamina, untuk menetapkan spesifikasi bahan bakar secara nasional juga, dan juga Pertamina sendiri untuk meyiapkan bahan bakarnya,” katanya.

Pertamina Belum Siap

Kesepakatan ini sebenarnya telah masuk ke dalam proses penyiapan draft sejak 2014, namun kendalanya adalah kondisi kilang Pertamina yang belum siap untuk memproduksi bahan bakar berstandar Euro 4. “Sampai akhirnya ibu Menteri menyampaikan surat kepada Presiden. Dan arahan Presiden waktu itu segera diberlakukan, kemudian bu menteri menyampaikan surat kepada Menko Perekonomian, kemudian melalui Seskab juga disampaikan pada Menkop untuk di koordinasikan,” tutur Karliansyah. “Tetapi sekali lagi karena fasilitas Pertamina untuk menghasilkan bahan bakar dengan standar Euro 4 ini terbatas belum siap, maka berlakunya 18 bulan lagi, jadi per September 2018, terhitung dari 10 maret 2017, untuk yang new product current bahan bakar bensin, sedangkan untuk solar 4 tahun lagi,” tambahnya.

Dengan adanya standar baru emisi di Indonesia, polusi bisa sedikit berkurang. (foto : ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Selain itu Karliansyah juga mengatakan, kementrian Perekonomian menyampaikan dua surat, melalui permen ini, “Yang pertama surat ke BUMN untuk minta dukungan pasokan Euro 4 artinya ke Pertamina, terus ke ESDM untuk menetapkan spek bahan bakar nasional. Dan harus segera, karena industri sudah mendesak, masyarakat butuh udara bersih.” Permen ini berlaku untuk tiga kategori yaitu, kendaraan bermotor kategori M kendaraan roda empat atau lebih untuk angkutan orang, kategori N angkutan barang, dan O kendaraan bermotor penarik untuk gandengan atau tempel.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY