Kota Cilacap Dianggap Paling Strategis Untuk Melakukan Ekspor Mobil ke Australia

Kota Cilacap Dianggap Paling Strategis Untuk Melakukan Ekspor Mobil ke Australia

386
0
BERBAGI
(foto: Toyota)

Akibat dari tutupnya semua pabrik produksi mobil di Australia, saat ini semua kebutuhan mobil di pasar Australia diisi oleh mobil buatan pabrik di Thailand. Pabrikan otomotif Indonesia sendiri saat ini memang sedang mempertimbangkan matang-matang berbagai kemungkinan untuk bisa masuk ke pasar Australia. Secara geografis, Indonesia sebenarnya mempunyai peluang yang sangat bagus untuk melakukan ekspor ke Australia, karena posisinya sangat berdekatan dengan Australia.

Salah satu kota pelabuhan di Indonesia yang diklaim paling strategis untuk melakukan ekspor mobil ini adalah Cilacap, melewati pelabuhan Tanjung Intan. Dengan peningkatan infrastruktur, Cilacap bisa menjadi pelabuhan lebih besar. Selama ini Cilacap merupakan pelabuhan bagi beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) yang diproduksi kilang Pertamina, selain juga sebagai pelabuhan bagi kapal-kapal kecil nelayan lokal.

Thailand Kalah Strategis

Secara geografis, jika dibanding dengan pelabuhan mana pun di Thailand, pelabuhan Cilacap jelas sangat lebih dekat untuk menjangkau kota-kota pelabuhan di Australia. Dengan jarak yang lebih dekat dengan Australia, maka di atas kertas biaya pengiriman mobil-mobil ekspor dari Indonesia ke Australia pun bisa lebih hemat. Alhasil, mobil ekspor dari Indonesia bisa masuk pasar Ausralia dengan harga yang lebih kompetitif dibanding harga mobil ekspor dari Thailand. Hampir semua prinsipal mobil dunia memiliki pabrik di Thailand, tak terkecuali produsen-produsen mobil dari Jepang yang selama ini menguasai pasar mobil global. Mereka itu terutama Mazda, Mitsubishi, Nissan,Toyota yang memproduksi berbagai jenis mobil– mulai dari sedan pikap, double cabin, SUV, dan MPV.

Selama ini, pelabuhan Tanjung Intan lebih banyak dimanfaatkan oleh para nelayan dan kegiatan distribusi minyak dari Pertamina. (foto: Puskesmas Cilacap Tengah)

Sayangnya, menjadikan Indonesia basis ekspor mobil ke Australia memang bukan hal yang sederhana. Itu perlu pembenahan infrastukrur yang sejak keluar dari pabrik hingga infrastruktur pelabuhan ekspor, dan itu perlu kerjasama dengan pemerintah. Selain itu, perlu juga ada perubahan strategi bisnis pihak prinsipal yang memiliki pabrik mobil di Indonesia untuk menggeser jenis produk unggulannya agar sesuai dengan pasar mobil di Australia. Dan pada gilirannya, itu juga perlu dukungan pemerintah berupa kebijakan untuk mendorong industri otomotif Indonesia melalui insentif beberapa jenis pajak.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY