BBM Standar Euro 4 akan Lebih Mahal dari Pertamax Turbo, apakah Orang...

BBM Standar Euro 4 akan Lebih Mahal dari Pertamax Turbo, apakah Orang Indonesia Siap?

668
0
BERBAGI
(sumber: 78deka)

Menanggapi akan diterapkannya Peraturan Pemerintah tentang penggantian standar batas emisi dari Euro 2 ke Euro 4 18 bulan lagi, PT Pertamina (Persero) secara bertahap akan mempersiapkan bahan bakar minyak (BBM) berstandar Euro 4 di seluruh wilayah Indonesia, yang ditargetkan bisa selesai pada tahun 2025 atau setelah kilang baru di Balikpapan selesai dibangun. Ada banyak konsekuensi yang harus dilakukan jika peraturan baru ini sudah berlaku tahun depan, salah satunya adalah masalah harga BBM yang tentu saja akan menjadi lebih mahal daripada harga BBM berstandar Euro 2.

Afandi, Vice President Retail Fuel Marketing Pertamina, memprediksi harga bahan bakar berstandar Euro 4 akan sedikit lebih mahal dari Pertamax Turbo dengan spesifikasi Ron 98 yang dijual seharga Rp 9.150 per liter. “Harganya tergantung pembandingnya, sekarang Pertamax Turbo itu harganya berapa? Itu mendekati Euro 4. Euro 4 lebih mahal lagi, pasti di atas Rp 9 ribu (per liter) ,” ucap Afandi.

Masyarakat Indonesia Sudah Siap?

Berkaitan dengan harganya yang lebih mahal, Afandi mempertanyakan kesiapan masyarakat Indonesia yang terbiasa menggunakan bahan bakar berstandar Euro 2 untuk beralih bahan bakar Euro 4. Ia menilai tidak semua masyarakat siap karena bahan bakar dengan Premium dengan beroktan 88 saja masih digunakan masyarakat, padahal Pertamina sudah mengeluarkan Petralite, Pertamax hingga Pertamax Turbo dengan spesifikasi yang lebih bagus.

Segala perubahan pasti membutuhkan konsekuensi, apakah masyarakat sudah siap menanggung konsekuensinya? (sumber: 78Deka)

“Pertamina sudah inisiatif mengeluarkan Pertamax, Petralite dan Turbo. Tapi masyaratnya bagaimana? siap atau bagaimana?” ucap dia. “Mobil sekarang mestinya sudah tak bisa pakai premium tapi masih ada yang pakai.” Pertamina menjelaskan ada kemungkinan mengimpor bahan bakar Euro 4 jika Indonesia mulai menerapkan pada tahun depan. Kendati demikian, Afandi tidak menjelaskan akan mengimpor dari mana karena masih menyusun roadmap.¬†“Impornya belum tahu,” cetus Afandi. “Kilangnya masih bertahap. Kualitas yang bagus dihasilkan dari kilang yang baru,” lanjut dia. “Kilang kita belum siap, kalau belum siap ya kita impor,” tutupnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY