Harga Saham Pabrik Otomotif India Anjlok setelah Euro 4 Diterapkan

Harga Saham Pabrik Otomotif India Anjlok setelah Euro 4 Diterapkan

518
0
BERBAGI
(foto : ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Seperti yang sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini, pemerintah Indonesia akan menerapkan peraturan mengenai batas emisi, dari standar Euro 2 menjadi standar Euro 4. Standar baru ini  baru akan mulai diterapkan 18 bulan lagi karena banyak pihak terkait yang harus mempersiapkan diri dulu atas berbagai efek yang mungkin timbul akibat kenaikan standar ini. Untuk melihat berbagai kemungkinan yang muncul, saat ini sebenarnya ada contoh yang mirip dengan keadaan di Indonesia, yaitu di India.

Pemerintah India baru saja menerapkan standar emisi Euro 4. Mahkamah Agung India kini telah melarang penjualan kendaraan yang masih menggunakan bahan bakar berstandar Euro 3, dan mulai berlaku efektif pada tanggal 1 April 2017 lalu. Keadaan ini sama seperti yang dilakukan di Eropa dahulu antara tahun 2000 dan 2005. Atas adanya peraturan ini, maka tidak heran jika pabrikan di India akan mengalami kerugian yang lumayan besar. Tetapi pemerintah fokus pada kesehatan masyarakat sebagai konsen utama daripada kerugian yang harus dialami oleh para produsen mobil.

Sudah diumumkan Sejak 2015

Sebelumnya di 2015, pemerintah India telah mengumumkan bahwa mulai 1 April 2017 seluruh pabrikan mobil yang menjual mobilnya disana harus bahan bakar Euro 4, namun pada waktu itu belum ada larangan untuk menjual kendaraan yang masih berstandar Euro3. Akibatnya, para pabrikan mengalami anjloknya harga saham, karena ada sekitar 800.000 unit kendaraan yang terdampak aturan tersebut. “Sehari sebelum aturan tersebut berlaku mereka mengatakan kami tidak boleh menjual mobil. Saya pikir tidak mungkin menjual ratusan ribu unit hanya dalam waktu beberapa hari ke depan saja,” kata President of Society of the Indian Automobile Manufacturers (SIAM) yang juga Managing Director di Ashok Leyland, Vinod Asari.

Apakah pom bensin dan diler-diler mobil Indonesia siap menempelkan logo ini dalam waktu dekat? (sumber: 78deka)

Kasus ini seharusnya bisa menjadi contoh bagi para pelaku industri otomotif di Indonesia. Karena pemerintah sudah mengumumkannya jauh-jauh hari, maka seharusnya semua pihak yang terkait dengan peraturan ini harus sudah mempersiapkan diri. Jika dilihat dari segi produksi, pabrikan otomotif yang ada di Indonesia seharusnya sudah siap, karena selama ini sudah memproduksi kendaraan berstandar Euro 4 untuk kebutuhan ekspor. Pabrikan hanya harus mulai berpikir bagaimana cara menghabiskan seluruh stok kendaraan Euro 2 dan mulai menjual kendaraan Euro 4 di Indonesia.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY