Terkait Standar Euro 4, Gaikindo Mengajukan Tiga Permintaan pada Pemerintah

Terkait Standar Euro 4, Gaikindo Mengajukan Tiga Permintaan pada Pemerintah

289
0
BERBAGI
(sumber: 78deka)

Sejak beberapa tahun terakhir, para pelaku industri otomotif di Indonesia telah mengutarakan keinginannya pada pemerintah terkait dengan diberlakukannya standar Euro 4 di Indonesia. Selama ini, industri otomotif Indonesia merasa cukup terbebani dengan standar Euro 2 yang ada di Indonesia karena mereka harus memproduksi kendaraan yang sama dalam dua standar emisi berbeda, standar Euro 2 untuk pasar dalam negeri dan standar Euro 4 untuk keperluan ekspor.

Pemerintah akhirnya merespon dengan mengeluarkan regulasi melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O. Ini berarti penerapan standar Euro 4 sudah disetujui dan segera diberlakukan paling lambat tahun depan. Lantas, bagaimana Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menanggapi hal ini?

Tiga Tuntutan Gaikindo

Melalui pernyataan Ketua umum Gaikindo, Johannes Nangoi, setidaknya ada tiga permintaan yang diajukan Gaikindo pada Pemerintah terkait kebijakan standar Euro 4 tersebut. Pertama, Johannes menekankan pentingnya ketersediaan bahan bakar Euro 4 saat aturan ini mulai berlaku. Perlu diingat, untuk kendaraan bermesin bensin, regulasi ini akan berlaku 18 bulan lagi (pada bulan September 2018), dan kendaraan bermesin diesel pada tahun 2021.

Ketua umum Gaikindo Johanes Nangoi (Foto: otomotifmagz)

Permintaan kedua, Johannes berharap distribusi bahan bakar Euro 4 bisa merata ke seluruh Indonesia, tidak hanya berpaku pada Jakarta atau pulau Jawa saja. Permintaan ketiga ditujukan khusus pada Kementerian Perhubungan dimana Gaikindo berharap Kemenhub menambah jumlah balai pengujian yang saat ini hanya ada dua. Hal ini berkaitan dengan berbagai merek mobil di Indonesia yang akan berbondong-bondong untuk melakukan pengujian, sehingga dikhawatirkan bakal menimbulkan antrean panjang jika mengandalkan fasilitas yang ada.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY