Begini Cara Mitsubishi Bantu Penjualan Renault di Asia Tenggara

Begini Cara Mitsubishi Bantu Penjualan Renault di Asia Tenggara

449
0
BERBAGI
Mitsubishi bakal bantu penjualan Renault di ASEAN. Bagaimana caranya? (Foto: Thenewswheel)

Sejak bergabungnya Mitsubishi ke dalam aliansi Renault – Nissan, perusahaan asal Jepang ini diketahui tengah terlibat dalam sejumlah proyek dengan kedua mitra kerjanya itu. Bersama Nissan, Mitsubishi bakal bekerjasama dalam membuat beberapa model baru, termasuk dengan Mitsubishi XM Concept yang disinyalir bakal hadir juga dalam versi Nissan.

Sedangkan bersama Renault, Mitsubishi dikabarkan bakal membantu merek asal Prancis itu untuk menjual kendaraannya di pasar Asia Tenggara. Maklum saja, nama Renault di Asia Tenggara boleh dibilang kurang moncer. Contoh kecilnya, Renaut Kwid yang ditawarkan dengan harga mirip produk LCGC (Low Cost Green Car) di Indonesia saja hingga kini masih belum menunjukkan angka penjualan yang signifikan di Tanah Air.

Rebadge

Untuk mengatasi hal ini, Mitsubishi dikabarkan bakal melakukan rebadge untuk produk Renault di pasar Asia Tenggara. Artinya, produk Renault yang akan dijual di kawasan Asia Tenggara bakal dipasarkan dengan nama Mitsubishi. Jadi, bukan tak mungkin jika nantinya kita bakal mendengar nama Mitsubishi Kwid sebagai pengganti Renault Kwid.

Melakukan rebadge adalah strategi Renault agar bisa mendongkrak angka penjualan di kawasan ASEAN (Foto: CarSpirit)

Menurut Mitsubishi Chief Operating Officer, Trevor Mann, Renault hampir tidak eksis di Asia Tenggara. Karena itu masuk akal bagi Mitsubishi untuk silang-brand produk Renault di kawasan tersebut. Lantas, mengapa Mitsubishi yang dipilih untuk melakukan rebadge, dan bukan Nissan? Hal ini menurut Mann dikarenakan Mitsubishi lebih dominan di wilayah Asia Tenggara ketimbang Nissan, terutama di Thailand dan Indonesia.

Masih Riset

Lebih lanjut, Mann mengatakan bahwa saat ini proses rebadge tersebut masih dalam tahap riset dan masih belum diketahui kapan akan mulai direalisasikan. Strategi rebadge sendiri sebenarnya adalah praktik yang lumrah dilakukan di dunia otomotif. Sebagai contoh, di Indonesia kita bisa menjumpainya pada produk Suzuki Ertiga yang di rebadge di Malaysia dengan nama Proton Ertiga, maupun Daihatsu Sirion yang merupakan produk rebadge dari Perodua Myvi.

Aliansi Renault – Nissan – Mitsubishi masih menyimpan banyak potensi menarik di masa depan (Foto: CNN Money)

Selain strategi rebadge, aliansi Renault – Nissan – Mitsubishi juga masih memungkinkan untuk dikembangkan lebih jauh. Misalkan saja dengan melakukan pengembangan platform bersama. Melalui hal ini, biaya riset untuk pengembangan sebuah model baru bisa lebih murah karena digunakan untuk lebih dari satu jenis model mobil. Kita nantikan saja langkah apa saja yang akan diambil oleh ketiga produsen yang berkongsi ini di masa mendatang!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY