Beli Mobil Cash Dipersulit Oknum Sales? Laporkan Saja ke Pemilik Dealer

Beli Mobil Cash Dipersulit Oknum Sales? Laporkan Saja ke Pemilik Dealer

1197
0
BERBAGI
(sumber: Cermati)

Sebagai distributor mobil, dealer pada umumnya memiliki dua pilihan metode pembayaran, yaitu tunai dan kredit. Tapi pada kenyataannya, apakah semua dealer mau menerima metode pembayaran tunai? Karena selama ini memang banyak konsumen yang mengeluh bahwa proses pembelian kendaraan mereka dipersulit di dealer karena mereka memilih metode pembayaran tunai. Melalui artikel yang dirilis oleh detikOto, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno mengatakan, seharusnya dealer menerima dengan baik pembelian secara tunai. “Diterima dong, dealer juga kan enggak semuanya penjualan itu kredit, pasti ada tunainya juga,” ujarnya kepada detikOto.

Jika selama ini ada konsumen yang mengaku dipersulit oleh dealer saat ingin membeli mobil secara tunai, mungkin saja itu adalah ulah oknum sales yang mengarahkan konsumen untuk membeli mobil secara kredit. “Mungkin si oknum (bilangnya) gini. ‘Pak ngapain beli cash, kan uangnya bisa dipakai yang lain, kredit saja kan bunganya murah’. Itu kan bukan dipersulit,” kata Suwandi. Beliau juga menambahkan, bahwa seharusnya pihak dealer tidak mempersulit konsumen yang ingin membeli kendaraan secara tunai, karena menurutnya rasio konsumen yang membeli kendaraan secara tunai hitungannya masih cukup besar, “Rasio orang beli cash masih 35 persen, kalau dipersulit atau gimana saya enggak tahu dia pergi ke dealer mana, kan banyak dealer. Kecuali rasio kredit kendaraan 100 persen umumnya kredit,” kata Suwandi.

Kenapa Dipersulit?

Mengenai alasan kenapa pihak diler sering mempersulit konsumen yang ingin membeli secara tunai, Suwandi mengatakan, hal tersebut lebih tertuju kepada sales yang berhubungan langsung dengan konsumen, saat menjual kendaraan tersebut. “Lebih kepada sales, ya sales kan tujuannya mereka cari komisi,” katanya. Dengan konsumen membeli secara kredit, maka harga kendaraan lebih tinggi, dan otomatis ada keuntungan lebih dari situ, sehingga dealer ataupun sales mengupayakan agar konsumen membeli secara kredit ketimbang tunai. “Itu kan hitung-hitungan, kalau beli kredit itu mungkin ada insentif atau apa, saya juga enggak tahu, masing-masing perusahaan pembiayaan kan beda-beda,” tutur Suwandi.

Jika anda memang memiliki kemampuan untuk membeli mobil secara cash, maka ada baiknya untuk tidak mempertimbangkan cara kredit, karena dengan kredit tentu saja harga mobil akan jadi lebih mahal. (sumber: Cermati)

Suwandi juga tidak menampik kemungkinan adanya dana insentif tertentu dari dealer untuk salesnya. “Kalau bicara masing-masing dealer kasih insentif kepada sales-salesnya saya kurang tahu, tapi insentif tertentu bisa saja ada, kayak kita dengan marketing kan juga modelnya insentif,” tuturnya. Namun terlepas dari itu semua, Suwandi berpesan, jika konsumen ada pada kondisi seperti itu, lebih baik jika ke dealer langsung bertemu dengan atasan, dan mengadukannya. “Kalau mau beli cash datang ke dealernya, ketemu dengan direkturnya, atau pemiliknya, atau diadukan saja, iya dong,” tutupnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY