Demi Keselamatan Konsumen, Nissan Akan Blokir Sinyal Ponsel di Mobil Produksinya

Demi Keselamatan Konsumen, Nissan Akan Blokir Sinyal Ponsel di Mobil Produksinya

306
0
BERBAGI
Kompartemen penghalau sinyal (Foto: Carbayblog)

Saat ini, perkembangan teknologi yang kian pesat membuat manusia kian dipermudah, termasuk dengan adanya telepon seluler (ponsel) cerdas yang mengakomodasi berbagai konektifitas. Para produsen mobil pun turut mengembangkan beragam teknologi konektifitas yang bisa dihubungkan ke perangkat ponsel pribadi pengendara dengan tujuan mempermudah mobilitas.

Uniknya, hal ini berkebalikan dengan apa yang diyakini Nissan. Produsen otomotif asal Jepang ini dikabarkan justru membuat alat untuk menghalau sinyal ponsel ke dalam mobil. Menurut Nissan, hal ini terkait dengan keinginan Nissan untuk menjaga pengendara tetap aman, karena saat ini banyak orang yang kian kecanduan ponsel cerdas dan mengemudi sambil mengoperasikan ponsel cerdasnya.

Gara-Gara Riset

 

Menurut organisasi kendaraan bermotor di Inggris, RAC, pada tahun 2016 lalu sebanyak 31% pengemudi mobil mengaku mengirim pesan SMS atau menggunakan ponsel saat mengemudi. Walaupun para pengemudi sadar bahwa hal tersebut dilarang oleh hukum, namun hal ini terus terjadi. Buntutnya, konsentrasi pengemudi bisa terbagi dan bukan tak mungkin bisa berakibat fatal seperti terjadi kecelakaan. Terkait isu keselamatan ini, Nissan juga melakukan riset pada konsumennya. Hasilnya, satu dari lima pengemudi mengaku menggunakan ponsel saat mengemudi. Atas dasar inilah Nissan memutuskan untuk menciptakan teknologi yang mampu menghalau sinyal ponsel di dalam mobil. Bentuknya sederhana saja, yakni berupa kompartemen kecil yang juga berfungsi sebagai arm rest di bagian konsol tengah mobil.

Teknologi ini sebenarnya cukup kuno (Foto: Carbayblog)

Jika pengemudi menaruh ponsel ke dalam kompartemen ini, maka koneksi sinyal apapun termasuk sinyal bluetooth dan wifi akan langsung terputus. Hal ini memberikan pilihan bagi pemilik mobil Nissan untuk tak lagi khawatir tergoda untuk mengoperasikan ponselnya saat mengemudi. Teknologi ini pada dasarnya amat sederhana dan sejatinya sudah ditemukan lebih dari 200 tahun lalu, tepatnya pada 1830 oleh ilmuwan Michael Faraday dan diberi nama Faraday Cage.

Masih Bisa Terhubung ke Head Unit Mobil

Setelah membaca penjelasan di atas, mungkin Anda akan bertanya-tanya mengenai sejumlah konektifitas lain yang tersedia di perangkat head unit mobil yang ditawarkan Nissan. Pada dasarnya, alat ini hanya menghalau sinyal di dalam kompartemen itu saja, dan ponsel akan kembali terkoneksi pada sinyal-sinyal lain saat dikeluarkan dari laci kompartemen. Artinya, Anda masih bisa menghubungkannya ke sistem multimedia di mobil Nissan melalui sinyal Bluetooth. Anda juga masih bisa menghubungkan ponsel dengan perangkat audio melalui konektivitas USB untuk memutar musik di dalam ponsel.

Teknologi ini rasanya masih tidak menjamin pengemudi untuk bebas dari ponselnya ya?(Foto: Carbayblog)

Seperti kita ketahui, produk-produk terbaru Nissan rata-rata sudah dilengkapi dengan fitur NissanConnect atau AppleCarPlay yang terintegrasi dengan aplikasi ponsel. Pengemudi bisa melakukan panggilan telepon secara handsfree bila memungkinkan, maupun mengakses beragam aplikasi di ponsel pintar. Jadi, fungsi kompartemen penghalau sinyal tersebut lebih untuk membantu Anda agar notifikasi pesan (dari e-mail, media sosial, dan lain-lain) yang kerap bermunculan jadi tertunda sampai ponsel dikeluarkan dari kompartemen tersebut. Jika ponsel tidak Anda masukkan ke kompartemen penghalau sinyal, maka notifikasi-notifikasi tadi tentu masih bisa masuk. Andaikan saja Nissan membuat penghalau sinyal untuk keseluruhan mobil dan tidak terbatas di kompartemen khusus saja, maka pengemudi tentunya tak punya pilihan lain selain fokus berkendara.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY