Setelah New Agya, Apakah Agya Kojo Juga akan Diproduksi?

Setelah New Agya, Apakah Agya Kojo Juga akan Diproduksi?

358
0
BERBAGI
Agya Kojo. (foto: Kompasiana)

PT Toyota Astra Motor (TAM) pada bulan lalu telah sukses merilis New Agya yang memiliki desain baru dengan pilihan mesin VVT-i 1.000 cc dan Dual VVT-i 1.200 cc. Walaupun sudah meluncurkan model Agya terbaru, Toyota Indonesia kabarnya masih menyimpan satu model lagi yaitu Agya Kojo. Jika mau mengingat kembali, mobil ini sempat dipamerkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) tahun 2015.

Saat GIIAS 2015 lalu, Agya Kojo yang didesain oleh tim Product Planning Division TAM ini dipamerkan bersama Yaris Heykers, yang kita tahu akhirnya diluncurkan menjadi salah satu varian Yaris yang diterima pasar Indonesia. Lalu, dengan melihat kesuksesan Yaris Heykers dan New Agya, apakah pihak TAM berminat untuk memproduksi Agya Kojo? Kabarnya, saat ini Toyota Indonesia sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan Agya Kojo yang dirancang oleh Product Planning Division TAM. “Tunggu tanggal mainnya saja, kami sedang diskusi internal,” kata Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager Toyota Astra Motor.

Seperti Biasa, Riset Pasar Dahulu

Untuk lebih lanjutnya, Soerjo juga memberikan keterangan bahwa dalam meluncurkan model terbaru, tentu pihak TAM memerlukan pertimbangan yang mendalam agar produk tersebut diterima pasar secara baik. “Balik lagi, semua produk secara model life management sudah kami siapkan. Balik lagi, kalau cost tidak fit dan kita luncurkan tapi volumenya sedikit, itu yang kami tidak mau,” jelasnya.

Tim desain Toyota Astra Motor yang bertugas merancang Yaris Heykers dan Agya Kojo. (foto: Carvaganza)

Di sisi lain, jika TAM mengeluarkan model Agya terbaru maka harus berkoordinasi dengan pihak Daihatsu Indonesia. Hal itu berbeda saat TAM mengeluarkan Yaris Heykers dengan mendapatkan izin langsung dari TMC. “Kita diskusi internal. Yaris, kita bisa langsung dari Toyota dengan TMMIN dan TMC. Kalau Agya berkoordinasi dulu dengan Daihatsu soal kesiapan manufaktur,” tutup Soerjo.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY