Serangan Virus Cyber Memaksa Renault Berhenti Produksi

Serangan Virus Cyber Memaksa Renault Berhenti Produksi

219
0
BERBAGI
(Foto: Renault)

Dua hari belakangan ini, netizen di dunia sedang ramai membicarakan sebuah serangan cyber berupa virus yang menyerang data-data di komputer. Tidak hanya mempengaruhi dunia internet saja, ternyata sebuah industri otomotif pun bisa lumpuh karena serangan virus tersebut. Produsen mobil Perancis Renault mengatakan bahwa pihaknya mengalami gelombang serangan cyber yang melanda dunia dan memaksanya menghentikan produksi di beberapa pabrik untuk mencegah penyebaran virus.

“Kami terkena (serangan cyber),” ungkap seorang juru bicara kepada AFP, mengatakan mereka sedang menelaah situasi tersebut untuk mencoba menemukan solusi. “Pekerjaan berlangsung sejak tadi malam. Kami melakukan apa yang diperlukan untuk mengatasi serangan ini.” Serangan itu mendorong Renault menghentikan produksi di beberapa pabrik di Perancis, bagian dari tindakan yang diambil untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

3.400 Karyawan Stop Kerja

Secara resmi, Renault memang tidak membeberkan lokasi pabrik yang terpaksa menghentikan kegiatan produksinya tersebut, namun seorang narasumber mengatakan bahwa pabrik yang terletak di Sandouville, Normandia Utara adalah salah satu pabrik utama yang terkena dampaknya. Pabrik tersebut memiliki 3.400 karyawan dan biasanya memproduksi sekitar 640 kendaraan setiap harinya. Narasumber tersebut membenarkan bahwa pabrik itu menjadi korban serangan cyber.

Peta persebaran virus cyber yang bernama ‘WannaCRY’ di dunia. (sumber: RT Deutsch)

Tim sedang berusaha menangani masalah itu, dan dia memperkirakan pekerjaan akan dilanjutkan pada Senin pagi (hari ini), 15 Mei 2017. Sementara ini belum ada kabar lanjutan, dan belum ada kabar dari pabrikan otomotif lain apakah ada yang terkena kasus yang sama atau tidak. Sedangkan dari Indonesia, yang juga menjadi salah satu negara sasaran serangan cyber ini, belum muncul berita apapun terkait dengan serangan virus cyber ini di industri otomotif dalam negeri.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY