Tidak Hanya Renault, Nissan Ternyata Juga Terkena Serangan Cyber!

Tidak Hanya Renault, Nissan Ternyata Juga Terkena Serangan Cyber!

205
0
BERBAGI
Pabrik Nissan di Sunderland terkena dampak serangan cyber WannaCry (Foto: GettyImages)

Setelah Renault yang diberitakan mogok produksi gara-gara terkena serangan cyber, ternyata perusahaan manufaktur otomotif Jepang, Nissan Motor juga mengakui bahwa pabrik mereka di Sunderland, Inggris terkena serangan serupa. Dunia saat ini tengah dihebohkan dengan serangan cyber berskala global. Serangan itu memanfaatkan alat peretas yang diyakini telah dikembangkan oleh Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat dan telah menginfeksi puluhan ribu komputer di hampir 100 negara.

Juru bicara Nissan Motor menyebutkan, Nissan menjadi salah satu target peretasan yang ujung-ujungnya adalah meminta uang tebusan. “Tim kami telah merespon dan tidak berdampak signifikan terhadap bisnis kami,” ucap juru bicara itu seperti dilansir
dari Channel News Asia yang mengutip Reuters, Sabtu, 13 Mei 2017. Akibat serangan ini, maka kantor pusat Nissan di Jepang meningkatkan pantauan aktivitas pabriknya di Sunderland yang mempekerjakan 7000 karyawan.

Teroris Cyber

Seperti diberitakan pada Jumat 12 Mei 2017, serangan cyber berskala global ini telah menyerang berbagai perusahaan, rumah sakit dan universitas di berbagai negara. Serangan tersebut bahkan telah mengganggu sistem layanan kesehatan Inggris dan sistem korporasi berskala global, FedEx. Peretas menjebak korbannya agar membuka email spam yang tampaknya mengandung faktur, tawaran pekerjaan, peringatan keamanan dan jenis data sah lainnya. Namun, email itu ternyata melampirkan malware berbahaya.

Peta persebaran virus cyber yang bernama ‘WannaCRY’ di dunia. (sumber: RT Deutsch)

Peretas dalam data enskripsi di komputer menuntut pembayaran sebesar USD 300 – USD 600 agar memulihkan akses yang terserang malware tersebut. Selain FedEx, perusahaan otomotif asal Prancis, Renault juga diberitakan telah terkena serangan cyber berskala global ini. Akibat masifnya serangan cyber ini, pihak Kominfo Indonesia pun menyatakan bahwa hal ini merupakan sebuah aksi terorisme cyber.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY