Kerusakan Software Airbag, Fiat Recall 1 Juta Pick-Upnya di Amerika Utara

Kerusakan Software Airbag, Fiat Recall 1 Juta Pick-Upnya di Amerika Utara

168
0
BERBAGI
Fiat Chrysler Automobiles (foto: aolcdn)

Aliansi otomotif asal Italia dan Amerika Serikat, Fiat Chrysler Automobiles N.V (FCA) melaporkan telah menarik untuk diperbaiki (recall) sekitar 1,25 juta unit truk pikap di Amerika Utara karena ada masalah pada software atau perangkat lunaknya. Penarikan ini kemungkinan terkait adanya insiden yang menyebabkan kematian dan korban luka-luka. “Kami tengah melakukan penyelidikan terkait dua kecelakaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dan luka-luka apakah karena tidak berfungsinya airbag dan sabuk pengaman,” ucap juru bicara Fiat Chrysler, Sabtu, 12 Mei 2017.

Menurut keterangan perusahaan itu, kerusakan pada perangkat lunak itu menyerang sistem kerja airbag dan mengunci sabuk pengaman. Tidak bekerjanya airbag dan sabuk pengaman berpotensi memicu korban jiwa saat terjadi kecelakaan.

Model Tahun 2013 – 2016

Seperti berita yang dilansir oleh Business Insider, truk atau pick-up yang ditarik untuk segera dilakukan perbaikan adalah produksi tahun 2013 – 2016. Model yang ditarik antara lain pick-up ukuran kecil Ram 1500, ukuran sedang 2500 dan ukuran besar 3500. Dari 1,25 juta pick-up yang ditarik, sekitar satu juta unit yang beredar di jalan Amerika Serikat, sisanya sekitar 216.007 unit di Kanada dan 21.668 unit di Meksiko. Juru bicara perusahaan menyebutkan, penjualan terbesar untuk model truk berada di Amerika Serikat sebanyak satu juta unit. Sisanya tersebar di Kanada, Meksiko dan di luar Amerika Utara.

Bos FCA, Sergio Marchionne. (foto: thedrive)

Sebelum adanya kejadian ini, pihak FCA beberapa saat yang lalu dikabarkan sedang menghadapi masalah yang cukup berat. Di beberapa negara, FCA dituduh telah memanipulasi hasil tes emisi mesin dieselnya. Tidak jauh beda dengan kasus yang dihadapi FCA saat ini, FCA mengakui bahwa hasil tes emisi tersebut dipengaruhi oleh rusaknya software dan mengakibatkan mobil FCA mengeluarkan nitrogen monoksida yang lebih tinggi dari batas yang telah ditentukan. Hal ini membawa FCA untuk menghadapi meja hijau dan menjalani proses hukum yang berlaku di negara yang bersangkutan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY