India Dorong Pertumbuhan Mobil Listrik Untuk Kendalikan Polusi yang Kian Parah

India Dorong Pertumbuhan Mobil Listrik Untuk Kendalikan Polusi yang Kian Parah

222
0
BERBAGI
India menargetkan pertumbuhan mobil listrik terus meingkat. (Foto: Telegraph)

Parahnya tingkat polusi yang melanda sejumlah negara membuat pemerintah setempat membuat berbagai regulasi untuk menanggulanginya. Salah satu negara yang kita tahu punya masalah serupa sejak lama adalah India, dan salah satu cara yang dilakukan India untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mendorong pertumbuhan kendaraan listrik.

Langkah mendorong pertumbuhan mobil listrik tersebut sebelumnya juga telah diambil oleh China yang menargetkan untuk menjual mobil listrik setidaknya seperlima dari proyeksi penjualan mobil sebesar 35 juta unit di tahun 2025. Sedangkan untuk India, targetnya lebih signifikan lagi, yakni akan mendukung semua pabrikan otomotif yang memproduksi mobil listrik pada tahun 2030.

Masih Menghadapi Kendala

Untuk saat ini, masih terdapat beberapa kendala untuk menerapkan regulasi mobil listrik karena ada sejumlah hal signifikan seperti mahalnya biaya baterai, harga jual yang mahal, dan infrastruktur yang kurang memadai sehingga para pabrikan tidak bersedia berinvestasi untuk membuat mobil listrik.

Sarana dan prasarana mobil listrik perlu diutamakan agar industri mobil listrik mau berinvestasi (Foto: plugincars)

Meski demikian, pemerintah India mencoba untuk bergerak cepat dengan mulai membuat aturan mengenai promosi mobil listrik, pembiayaan, serta faktor-faktor lain yang punya andil dalam aspek berkendara. Pertimbangannya jelas, jika regulasi dan sarana-prasarana tidak segera disiapkan, maka masyarakat akan kian lama menyesuaikan diri untuk beralih dari mobil konvensional ke mobil listrik. Padahal pemerintah India menginginkan pertumbuhan mobil listrik karena keinginan mandiri masyarakatnya, bukan sebagai subsidi dari pemerintah. Untuk itulah pemerintah masih akan turut menangani jalannya industri mobil listrik selama tiga tahun terlebih dahulu.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY